Bendungan Kuningan Jawa Barat Ditargetkan Selesai Akhir 2018

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Bendungan Kuningan di Desa Randusari. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Bendungan Kuningan di Desa Randusari. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Salah satu cara yang harus dilakukan pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan, energi dan air nasional ialah dengan memperbanyak dan memperbaiki sarana bendungan.

Salah satunya yang dilakukan di Pantai Utara (Pantura) Provinsi Jawa Barat, yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun Bendungan Kuningan yang terletak di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Pada Selasa (23/5) yang lalu, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) melakukan pengalihan aliran Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok ke saluran pengelak Bendungan Kuningan sebagai tanda dimulainya tahap pekerjaan pembangunan pondasi bendungan utama.

“Secara progres konstruksi bendungan, saat ini telah mencapai 48 persen dan kami optimistis akhir 2018 bisa selesai," ujar Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/5).

Bendungan Kuningan di Desa Randusari. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Bendungan Kuningan di Desa Randusari. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Dalam proses pengadaan lahan, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta Perhutani.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Charisal Akdian Manu dalam laporannya menuturkan, bendungan tersebut memiliki volume tampung total sebesar 25,9 juta m3 dengan anggaran konstruksi sebesar Rp 464 miliar.

Manfaatnya akan menjadi sumber air bagi Daerah Irigasi Cileuweung seluas 1.000 hektar dan Daerah Irigasi Jangkelok seluas 2.000 hektar. Disamping itu memberikan manfaat bagi pengendalian banjir, air baku 300 liter/detik dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 535 KW.

Daerah genangan bendungan Kuningan ini meliputi 5 desa dan 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Cibeureum (Desa Randusari, Desa Kawungsari, Desa Sukarapih) dan Kecamatan Karangkencana (Desa Tanjungkerta dan Desa Simpay Jaya) Kabupaten Kuningan.

Dari 3.000 hektar lahan irigasi yang mendapat manfaat dari keberadaan Bendungan Kuningan tersebut, 1.000 hektarnya berada di Kuningan dan 2.000 hektar lagi berada di Brebes, Jawa Tengah.

Pemerintah saat ini mencanangkan pembangunan 65 bendungan dalam periode 2015-2019 yang terdiri dari penyelesaian 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru, pembangunan 1 juta hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi.