Benny K Harman ke Kapolri: Ada Cerita Buzzer Dibiayai Negara, Apakah Betul?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/1/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/1/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Anggota Komisi III DPR Benny K Harman menyoroti maraknya buzzer yang berseliweran di media sosial saat rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/1).

Benny mengatakan, buzzer tersebut sangat meresahkan. Dia pun heran siapa yang menggerakkan buzzer tersebut.

“Apa agenda menangani buzzer ini yang bikin rusak. Yang sangat mengganggu kekohesifan masyarakat dan bangsa kita ini. Yang buat saya tambah bingung. Ada cerita buzzer dibiayai negara juga,” kata Benny dalam siaran TV Parlemen.

Benny pun berharap Kapolri dapat mengusut tuntas siapa yang menggerakkan buzzer. Termasuk soal isu buzzer dibiayai negara.

Benny K Harman. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
kumparan post embed

“Untuk bikin berita palsu menyebarkan berita palsu menyebarkan hoaks. Itu yang ingin saya tanyakan. Apalah betul?,” ujar politisi Demokrat tersebut.

“Kalau betul, apa langkah hukum yang diambil pak Kapolri untuk menjaga supaya jangan orang suka-suka bikin berita palsu, hoaks, sesama anak bangsa saling curiga, ujaran kebencian di mana-mana,” sambungnya.

Benny lalu menyarankan agar Kapolri mengerahkan virtual police merazia buzzer yang menciptakan potensi konflik di masyarakat.

“Menurut saya cyber army yang bapak bentuk luar biasa. Saya berharap ada tim khusus dalam penanganan ini,” pungkasnya.