Beragam Wabah yang Pernah Ada di Seputar Ka'bah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah jemaah berjalan di area sekitar Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, Kamis (5/3). Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah jemaah berjalan di area sekitar Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, Kamis (5/3). Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Arab Saudi tengah menangguhkan jemaah umrah bagi warga Saudi maupun warga negara asing. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran virus corona yang merebak setidaknya di 80 negara.

Tak hanya itu, area sekitar ka'bah turut dikosongkan untuk dibersihkan dan disterilisasi. Sementara, ibadah hanya bisa dilakukan di dalam Masjidil Haram.

Upaya tersebut diambil pemerintah Arab Saudi demi memastikan keselamatan para jemaah umrah di Makkah. Saudi juga ingin mencegah penyebaran wabah di tempat yang kerap jadi lokasi berkumpulnya manusia dari berbagai negara itu.

kumparan post embed

Kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency, mengungkap penangguhan umrah ini merupakan langkah kehati-hatian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun demikian, bukan kali ini saja, wabah menjadi ancaman bagi para jemaah haji atau umrah.

Dalam catatan sejarah, sejumlah wabah pernah menjangkiti para jemaah yang berkumpul di Makkah. Berikut rangkumannya.

Malaria - 622-632

Penasihat Regional WHO Mohyeddin Ahmad Farid dalam laporannya berjudul "The Pilgrimage and Its Implications in a Regional Malaria Eradication Programme" pada tahun 1956 menyebut, pertama kali malaria mencuat di Makkah dan Madinah dikenal sebagai 'Demam Yastrib'.

Setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah pada 622, epidemi malaria menyebar di antara pengikutnya. Ia dan pengikutnya kembali ke Makkah untuk haji pertama. Nabi lalu meninggal tahun 632. Farid menduga ia terkena demam akibat penyakit tersebut.

Suasana kosong dari para jemaah di area sekitar Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, Kamis (5/3). Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Kolera - 1846

Wabah kolera pertama kali muncul di Saudi lewat pendatang asal India pada tahun 1817. Catatan UCLA School of Public Health menyebut, wabah itu menyebar pertama kali ke Aden, Jeddah, dan pantai Jazirah Arab lewat rute kapal pada 1846.

Wabah itu masuk ke Irak dan kembali menginvasi Iran, hingga mencapai Baghdad pada September 1846. Sementara pada bulan November kolera menyerang wilayah Makkah, menewaskan lebih dari 15 ribu orang di dalam dan sekitar kota.

Kolera - 1865

Catatan buku The Hajj: The Muslim Pilgrimage to Mecca and the Holy Places karya F. E. Peters menyebut kolera kembali menyerang Hijaz pada 1865. Asalnya bukan lagi India, tapi Jawa dan Singapura yang dibawa oleh para jemaah haji.

Sebanyak sepertiga dari seluruh jemaah haji meninggal saat beribadah. Setelah ibadah haji selesai, estimasi jemaah yang meninggal berjumlah 15 ribu dari total 90 ribu.

Petugas menggunakan masker membersihkan lantai yang mengelilingi Ka'bah di Kompleks Masjidil Haram, Arab Saudi. Foto: AFP/Haitham EL-TABEI

Kolera - 1902

Pandemi kolera masuk ke tahap keenam mulai tahun 1899 yang merebak kembali dari India. Laporan WHO menunjukkan penyebaran yang berlangsung ke arah timur terbawa lagi lewat jalur maritim.

Tahun 1902, para jemaah umrah/haji dari Madras menuju ke pelabuhan Jeddah. Dari sana, mereka menuju ke Makkah dan memulai penularan wabah. Dalam minggu terakhir bulan Februari 1902, kolera telah menewaskan 4.000 orang.

Meningitis - 1987

Artikel dalam International Journal of Infectious Diaseases menyebut pada 1987 wabah meningitis meningokokus sempat merebak di Arab Saudi. Ini adalah penyakit yang bisa menginfeksi selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang.

Berkumpulnya jemaah haji dan umrah menjadi salah satu sebab transmisi dan penyebaran penyakit tersebut. Pada 1987, tercatat sebanyak 1.841 kasus terkonfirmasi di Arab Saudi, terutama di tiga kota yang paling terkait dengan jemaah umrah/haji yakni Makkah, Madinah, dan Jedah.

Sejumkah pekerja berada di dekat Ka'bah yang kosong dari pada jemaah di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, Kamis (5/3). Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

MERS - 2012-2013

Teranyar sebelum ancaman COVID-19, Arab Saudi mendapat ancaman virus corona yang menyebabkan MERS. Yakni sebuah penyakit yang menyebabkan sindrom pernapasan.

Al Jazeera mencatat kerajaan Arab Saudi meningkatkan upaya kesehatan masyarakat pada 2012-2013 akibat penyakit tersebut. Namun penyakit ini tidak sampai menyebabkan wabah.

kumparan post embed