Beredar Kabar Jambret Modus Jadi Satgas Corona di Medan, Polisi Tunggu Laporan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Begal dan Rampok Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Begal dan Rampok Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan

Beredar kabar yang menyebutkan adanya jambret bermodus mengaku Satgas COVID-19 dari pihak kepolisian untuk mengamankan orang yang tidak menggunakan masker di Medan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan pihaknya belum menerima laporan tersebut. Ia berharap korban segera melapor.

"Segera laporkan kejadian di mana, syukur-syukur ada terpantau CCTV," ujar Hadi kepada wartawan, Rabu (25/8).

Ia meminta warga untuk waspada dan tidak gampang percaya dengan modus kejahatan. Hadi menegaskan operasi yustisi yang biasa dilakukan untuk pengawasan protokol kesehatan (prokes) tidak dilakukan secara perorangan.

"Operasi yustisi, polisi tidak bertindak sendiri, itu ada TNI, Polisi, Satgas COVID-19, Dinas Kesehatan, Satpol PP," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau warga agar tetap disiplin menerapkan prokes karena Kota Medan masuk dalam daftar PPKM Level 4.

Kabar modus jambret mengaku Satgas COVID-19 itu berawal dari unggahan di media sosial. Pelaku menghentikan warga yang tak memakai masker hingga merampas barang korban.

Unggahan itu berasal dari pengguna media sosial bernama Rani Masita. Ia menjelaskan kejadian itu dialami oleh adiknya di Kawasan Teladan, Simpang Pelangi, Kota Medan.

Berikut adalah penggalan pesan tersebut:

Hati-hati untuk masyarakat yang mau keluar, wajib pakai masker deh. Atau hati-hati sama orang yang mengaku anggota polisi atau satpol PP.

Adek saya baru kenak jambret hpnya, atas dasar gak pakai masker dan ngaku dari polisi, mereka kenak di daerah Teladan, Simpang Pelangi.

Hati-hati kasihan kalau kenak juga sama seperti adek saya temen2nya. Hp mereka semua diambil katanya karena nggak pakai masker, sampai ngancam gitu kalau hpnya gak dikasi

Tiba dikasih hpnya, mereka katanya anggota dari polisi langsung pergi gitu aja dan seperti dihipnotis juga

embed from external kumparan