Beredar Pesan soal Mentor Demo 11 April, Hamdan Zoelva dan Novel Baswedan Bantah

11 April 2022 9:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan di sela-sela acara pelantikan ASN Polri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/12/2021).  Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan di sela-sela acara pelantikan ASN Polri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/12/2021). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Beredar pesan berantai di grup WhatsApp yang terkait dengan Demo 11 April. Dalam pesan dengan mengatasnamakan Timsus BAIS itu, ditulis soal Skenario Settingan Aksi Senin 11 April 2022 Aliansi BEM Seluruh Indonesia "Tagih Istana Negara".
ADVERTISEMENT
Aksi disebutkan akan terpusat di Istana Negara. Kronologi rencana aksi pun tercantum dalam pesan itu.
Selain itu, tercantum pula sejumlah nama yang disebut sebagai mentor/kontributor aksi. Terdapat nama-nama seperti Rizal Ramli, Novel Baswedan, Zainal Arifin, hingga Hamdan Zoelva.
Novel Baswedan membantah tudingan tersebut. Ia menyebut pesan berantai itu mengada-ngada.
"Sehubungan adanya pesan berantai melalui group-group WA yang mengatasnamakan "Timsus BAIS" yang menyampaikan bahwa saya sebagai mentor/koordinator aksi terkait isu hukum dan advokasi, saya nyatakan bahwa isu itu tidak benar dan mengada-ngada," kata Novel dikutip dari akun Twitter pribadinya, Senin (11/4).
"Semoga bangsa ini tetap damai dan terbebas dari fitnah-fitnah atau propaganda seperti ini," sambung eks penyidik KPK yang kini jadi ASN Polri itu.
Ketua MK periode 2013-2015, Hamdan Zoelva usai menjenguk BJ Habibie di RSPAD. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MK periode 2013-2015, Hamdan Zoelva usai menjenguk BJ Habibie di RSPAD. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Bantahan juga datang dari Hamdan Zoelva. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan info dalam pesan berantai itu menyesatkan.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Beredar di group WA Skenario settingan Aksi Senin 11 April 2022 mencantumkan nama saya sebagai mentor/kontributor aksi. Sepanjang menyebut sama saya, info tersebut tidak benar dan menyesatkan," kata Hamdan dikutip dari akun Twitter pribadinya.
"Saya justru baru dengar info ada aksi mahasiswa 11 April. Saya tambah kaget, ketika menyebut nama saya sebagai salah satu mentor/kontributor. Jelas info tersebut menyesatkan dan tidak bertanggung jawab," imbuhnya.
Pesan berantai di grup WhatsApp terkait Demo 11 April. Foto: Twitter/@nazaqistsha
zoom-in-whitePerbesar
Pesan berantai di grup WhatsApp terkait Demo 11 April. Foto: Twitter/@nazaqistsha
Pesan berantai di grup WhatsApp terkait Demo 11 April. Foto: Twitter/@nazaqistsha
zoom-in-whitePerbesar
Pesan berantai di grup WhatsApp terkait Demo 11 April. Foto: Twitter/@nazaqistsha
Pesan berantai di grup WhatsApp terkait Demo 11 April. Foto: Twitter/@nazaqistsha
zoom-in-whitePerbesar
Pesan berantai di grup WhatsApp terkait Demo 11 April. Foto: Twitter/@nazaqistsha
Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan melakukan aksi demo di Gedung DPR RI pada hari ini. Lokasi demo berpindah dari sebelumnya di Istana Merdeka, Jakarta.
Ada enam tuntutan yang diminta BEM SI di antaranya memprotes kenaikan harga sembako, BBM, hingga isu perpanjangan masa jabatan presiden selama tiga periode. Tidak ada tuntutan menurunkan Jokowi.
ADVERTISEMENT
Berikut rinciannya:
  1. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.
  2. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan.
  3. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.
  4. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
  5. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia.
  6. Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma'ruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.
ADVERTISEMENT
*****
kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020