Berkunjung ke La Favela, Kafe di Bali yang Diisukan Tolak Tamu Lokal

Sebuah kafe di Bali, La Favela, diisukan melakukan tindakan rasis karena menolak tamu lokal. Isu tersebut bermula dari unggahan pengguna Facebook Damian Mac pada Minggu (18/2) kemarin.
Damian menulis di status Facebooknya dia dan teman-teman Indonesianya datang ke La Favela. Namun mereka ditolak oleh pelayan yang berjaga di pintu kafe.
Padahal menurut Damian, dia dan teman-temannya sudah menunjukan tanda pengenal namun tetap dilarang masuk. Damian heran kenapa orang asing lainnya bisa masuk ke kafe sedangkan teman Indonesianya tidak dizinkan. Hal ini dianggap rasis oleh Damian karena La Favela hanya mau menerima tamu bule.

kumparan (kumparan.com) mendatangi kafe La Favela di kawasan Seminyak, Kuta, Bali. La Favela merupakan salah satu restoran dan night club yang menyajikan makanan Itali, Meksiko, Asia dan Eropa.
Saat tiba di depan pintu kafe, Senin (19/2), petugas penjaga pintu tidak melarang kumparan untuk masuk ke kafe. Petugas keamanan La Favela hanya memeriksa barang bawaan seperti prosedur security check pada umumnya.

Ada beberapa tamu lokal dan tamu asing terlihat duduk sambil mengobrol di dalam kafe. Indah Debora salah satunya, dia merupakan wisatawan asal Jakarta yang sudah berkali-kali datang ke La Favela saat berkunjung ke Bali.
Perempuan berambut panjang sepunggung ini mengatakan sebelum datang ke kafe hari ini, dia sempat mendengar isu rasis yang beredar terkait La Favela.
"Sempat dengar isu kalau yang lokal, tidak boleh masuk, kemarin ini. Tapi saya sudah beberapa kali ke sini sih boleh-boleh saja, tidak ada masalah," ujar Indah.
Terkait pelayanan yang diberikan, Indah mengungkapkan selama berkunjung ke La Favela belum pernah mendapatkan perlakuan rasis atau diskriminasi.

Sementara itu, pihak La Favela yang ditemui kumparan mengatakan tidak ada tindakan rasis untuk lokal atau bule di kafe mereka. Hanya saja mereka menerapkan aturan ketat bagi tamu yang boleh masuk dan tidak ke dalam La Favela.
La Favela juga bisa mengeluarkan tamu-tamu yang dianggap tidak membuat nyaman atau tidak sesuai dengan aturan di La Favela.
Aturan tersebut pada dress code dan sikap para tamu yang berkunjung ke La Favela. Mereka yang datang ke La Favela bisa masuk dengan menggunakan smart casual outfit. Tidak diperkenankan bagi mereka yang hanya mengenakan kaus singlet untuk masuk ke dalam.
"Kami memang memiliki kebijakan terhadap siapa yang boleh masuk dan tidak. Kami tidak membiarkan orang mabuk, orang-orang yang dianggap berbahaya atau PSK dan banyak jenis orang lain yang memang jika tidak sesuai untuk masuk ke sini," ujar pegawai La Favela yang tidak ingin disebut namanya itu.
Dia mengatakan memang sudah banyak komentar negatif terhadap La Favela. Namun itu tidak menjadi masalah bagi mereka.
Menurutnya setiap klub malam, bukan hanya di Bali memiliki kebijakan tersendiri. Ia juga menekankan kebijakan yang dibuat tidak memandang asal latar belakang tamu. Walaupun mereka tamu asing, jika tidak sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan, maka bisa saja akan dikeluarkan dari area La Favela.
"Kami sudah banyak mendengar komentar negatif, baik rasis dan yang lainnya. Itu tidak benar, kamu bisa lihat kalau malam banyak tamu lokal yang datang," katanya.
"Ini bukan masalah lokal atau asing. Walaupun dia tamu dari Australia, misalnya, jika kami tidak suka dengan gayanya selama di sini, dia harus keluar. Setiap night club di manapun punya kebijakan sendiri, setiap orang pun, termasuk saya bisa saja ditolak kalau tidak sesuai dengan gaya dan kebijakan tempat tersebut," imbuhnya.
