Berlian Koh-i-Noor Tak Akan Dipasang di Mahkota Camilla saat Penobatan Jadi Ratu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Permaisuri Inggris Camilla mengenakan bros bergambar mendiang Ratu Elizabeth II, berpose untuk difoto selama Perjamuan Negara di Istana Buckingham di London. Foto: Chris Jackson / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Permaisuri Inggris Camilla mengenakan bros bergambar mendiang Ratu Elizabeth II, berpose untuk difoto selama Perjamuan Negara di Istana Buckingham di London. Foto: Chris Jackson / POOL / AFP

Besok akan menjadi hari bersejarah di Inggris. Untuk pertama kalinya dalam 70 tahun, dunia akan menyaksikan pemahkotaan pemimpin monarki Inggris yang baru — ketika Charles III dan istrinya, permaisuri Camilla, akan dinobatkan sebagai raja dan ratu, pada Sabtu (6/5).

Dalam prosesi kerajaan di Westminster Abbey nantinya, sudah menjadi tradisi bahwa setiap ratu Inggris yang dinobatkan akan mengenakan mahkota Queen Mary — seperti yang dilakukan oleh Ratu Elizabeth II pada 1953.

Namun, kali ini berlian Koh-i-noor yang kontroversial maupun replikanya tidak akan dipasang pada mahkota tersebut. Camilla dikabarkan memilih untuk memakai kembali mahkota yang pernah digunakan dan memutuskan untuk tidak memesan mahkota baru.

Dikutip dari The Independent, Istana Buckingham mengkonfirmasi bahwa Camilla hanya akan memodifikasi mahkotanya dengan berlian dari koleksi pribadi mendiang Elizabeth II.

Menurut pihak Istana, perombakan kecil dan penyesuaian akan dilakukan Crown Jeweller untuk memasang permata yang unik untuk penobatannya dan mencerminkan gaya pribadi sang permaisuri.

Queen Mary's Crown, Mahkota Ratu Camilla saat coronation. Foto: Instagram/@royalcollectiontrust

“Mahkota akan dipasang berlian Cullinan III, IV dan V — yakni bagian dari koleksi perhiasan pribadi mendiang Ratu dan sering dikenakannya sebagai bros,” kata pihak Istana Buckingham.

Selain itu, perubahan lain yang akan dilakukan Crown Jeweller termasuk menghilangkan empat dari delapan lengkungan mahkota yang dapat dilepas untuk menciptakan kesan berbeda.

Keputusan Camilla akan menjadikannya sebagai permaisuri Inggris pertama yang memakai kembali mahkota miliknya pada saat penobatan dan tidak memakai mahkota baru sejak abad ke-18.

Adapun permaisuri terakhir yang melakukan hal serupa adalah Ratu Caroline, permaisuri Raja George II, yang memakai mahkota milik Mary of Modena.

Lebih lanjut, sejarah bagaimana berlian Koh-i-noor — salah satu potongan berlian terbesar di dunia menjadi bagian dari British Crown Jewels telah lama dipenuhi dengan kontroversi.

Secara historis, berlian ini dirampas oleh East India Company setelah kemenangannya dalam Perang Inggris-Sikh Kedua pada 1849.

Queen Mary's Crown, Mahkota Ratu Camilla saat coronation. Foto: Instagram/@theroyalfamily

Menurut laporan New York Post, Koh-i-noor aslinya berukuran 186 karat sebelum dipotong. Ukuran tersebut membuat Koh-i-noor jadi salah satu potongan berlian terbesar di dunia.

Perkara berlian ini jadi konflik dalam hubungan antara India dan Inggris. Sebab, banyak masyarakat India meyakini bahwa berlian yang ditemukan di India pada abad ke-14 itu ‘dicuri’ selama rezim koloni Inggris.

Dikutip dari Washington Post, berlian Koh-i-Noor sebenarnya ditambang di India berabad-abad yang lalu. Sementara pemerintah di Pakistan dan Afghanistan juga menyuarakan klaim mereka atas berlian ini.

Ratu Victoria adalah anggota kerajaan Buckingham pertama yang mendapatkannya. Sejak itu juga, berlian Koh-i-noor terus menjadi bagian dari koleksi British Crown Jewels. Berlian besar ini menjadi kebanggaan dan dipasang di bagian depan mahkota Queen Mary saat penobatannya pada 1911.

Namun, pada 1937 berlian Koh-i-noor diganti dengan replika, ketika berlian aslinya dipindahkan ke mahkota milik ibu Elizabeth II, Queen Elizabeth The Queen Mother, untuk penobatannya dan Raja George VI. Kini, berlian Koh-i-Noor dipajang di Tower of London dapat dilihat langsung oleh publik.

Koh-i-noor adalah salah satu dari ratusan permata lain yang juga disebut punya nilai budaya, sejarah, dan simbol tak ternilai. Namun, di Asia Selatan keberadaan berlian itu menjadi pengingat akan sejarah perampasan dan penjarahan yang dilakukan di bawah pemerintahan kolonial Inggris.