Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)
zoom-in-whitePerbesar
Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)

Jika Anda berada atau sedang merencanakan perjalanan ke London, Inggris, dalam waktu-waktu dekat ini, jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Victoria dan Albert (V&A) di Kensington. Di dalam museum yang dinobatkan sebagai museum terbesar di dunia dalam bidang seni dan desain dekoratif, sedang ada sebuah pameran menarik dan akan membawa Anda bernostalgia dengan masa kecil.

Saat ini, pameran khusus sedang digelar untuk Anda pencinta Winnie the Pooh dengan judul “Winnie the Pooh: Exploring a Classic”. Pameran ini berlangsung di V&A mulai dari 9 Desember tahun lalu sampai 8 April 2018. Jika Anda tumbuh bersama dengan cerita-cerita Winnie the Pooh pasti mengerti betul alasan mengapa pameran ini tidak boleh dilewatkan.

Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)
zoom-in-whitePerbesar
Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)

Dengan tiket masuk seharga 8 poundsterling atau setara Rp 153 ribu, Anda bisa mendapatkan informasi tentang sejarah pertama kali Pooh dan teman-temannya diciptakan dan membuat anda mengingat kembali cerita-ceritanya yang lucu dan hangat.

Pooh adalah karakter fiksi yang diciptakan oleh Alan Alexander Milne pada tahun 1921, atau 96 tahun yang lalu. Sementara yang menggambar tokoh-tokoh dalam karakter Winnie the Pooh adalah Ernest Howard Shepard yang merupakan sahabat Milne sendiri.

Pada 1926, Winnie the Pooh muncul pertama kali dalam buku cerita dengan judul yang sama. Tahun 1928, buku kedua muncul dengan judul “The House at Pooh Corner”. Kemudian pada 1966, cerita Pooh diadopsi oleh Disney dan diangkat ke dalam bentuk film.

Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)
zoom-in-whitePerbesar
Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)

Tulisan “HALLO” besar akan menyambut Anda ketika masuk ke dalam pameran. Selanjutnya Anda akan disuguhi barang-barang bertemakan Winnie the Pooh, mulai dari gaun sampai buku cerita. Anda juga bisa melihat sketsa awal karakter-karakter Winnie the Pooh yang dibuat oleh Milne.

Namun, yang paling menarik pada pameran ini adalah cerita bagaimana Winnie the Pooh diciptakan. Ternyata, cerita Winnie the Pooh sendiri terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di sekitar Milne.

Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)
zoom-in-whitePerbesar
Bernostalgia Bersama Winnie the Pooh di London (Foto: Daniel Chrisendo)

Di dalam cerita, Pooh memiliki teman-teman bernama Piglet si anak babi yang selalu gemetaran, Eeyore si keledai yang sangat pasrah, Rabbit si kelinci yang selalu berapi-api, Owl burung hantu yang bijaksana, ibu kangguru bernama Kanga dan anaknya yang bernama Roo, Tigger dengan dua “G” yang suka melompat-lompat, dan seorang anak laki-laki yang bernama Christopher Robin.

Christopher Robin ternyata adalah nama sebenarnya dari anak laki-laki Milne. Dalam kehidupan nyata, Christopher Robin memiliki sebuah boneka beruang yang diberi nama Winnie.

Dari mana nama Winnie didapatkan?

Ternyata nama Winnie didapatkan dari nama beruang hitam di kebun binatang London yang selalu dikunjungi Christopher Robin ketika ia masih kecil. Sementara Pooh adalah nama seekor angsa yang mereka temui ketika mereka sedang berlibur.

Tidak ketinggalan, karakter Piglet, Eeyore, Kanga, Roo, dan Tigger ternyata juga terinspirasi dari mainan-mainan Christopher Robin di rumahnya yang juga memiliki nama yang sama. Hanyalah Owl dan Rabbit yang dibuat berdasarkan imajinasi Milne sendiri.

Winnie the Pooh dan teman-temannya tinggal di sebuah hutan yang bernama Hundred Acre Wood yang juga terinspirasi dari sebuah hutan bernama Ashdown di sebelah selatan kota London.

Hutan Ashdown adalah tempat Milne dan keluarganya menghabiskan akhir minggunya. Di Hundred Acre Wood-lah, cerita-cerita Winnie the Pooh dikisahkan.

Seperti Pooh berusaha mencuri madu dari kawanan lebah dengan berpura-pura menjadi awan mendung atau ketika Pooh tersangkut pada lubang pintu rumah Rabbit karena badannya yang kegendutan. Bukan hanya Hundred Acre Wood, tempat-tempat lain dalam cerita Winnie the Pooh juga bisa ditemukan di dunia nyata.

Bagi Anda yang belum pernah mendengar cerita atau menonton film Winnie the Pooh, tidak pernah ada kata terlambat untuk menikmati karya Milne ini. Winnie the Pooh pernah dinobatkan sebagai the 50 greatest cartoon characters of all time pada tahun 2002.

Bahkan, Pooh memiliki bintangnya sendiri di Hollywood Walk of Fame di California. Padahal hanya selebriti-selebriti ternama yang bisa memiliki bintang di sana.

Cerita-cerita Winnie the Pooh juga sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan selalu terasa hangat dan cocok untuk keluarga. Kesetiakawanan, keramahan, dan kepedulian Winnie the Pooh pada teman-temannya bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak.

Kalau Anda bingung mau memulai dari mana untuk menikmati cerita Winnie the Pooh, di tahun ini, film berjudul Christopher Robin akan dirilis pada bulan Agustus. Film ini akan mengisahkan Christopher Robin yang sudah tumbuh dewasa dan lupa akan Winnie the Pooh.

Dalam film ini, Pooh dan teman-temannya akan berusaha mengingatkan Christopher Robin akan masa kecilnya dan hari-hari indah yang pernah mereka lalui bersama.

Laporan: Daniel Chrisendo (Kontributor Eropa)