Bertemu di KTT OKI, Jokowi & Erdogan Sepakat Kerja Sama Selesaikan Krisis Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).  Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat akan terus bekerja sama dalam menyelesaikan krisis di Jalur Gaza, juga mendukung kemerdekaan rakyat Palestina.

Bersama dengan Indonesia, Turki adalah salah satu negara dengan penduduk mayoritas muslim di dunia yang mengecam penjajahan Israel di tanah Palestina.

Komitmen tersebut disampaikan kedua pemimpin saat menghadiri pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu (11/11).

Dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi bersama Erdogan menggarisbawahi pentingnya menyelesaikan krisis di Jalur Gaza dari akarnya.

"Serta mengingatkan dunia untuk selesaikan akar masalah yaitu kemerdekaan Palestina berdasarkan two state solution," kata Jokowi di King Abdulaziz International Convention Center (KAICC), Riyadh.

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan Indonesia akan menyuarakan soal keadilan dan kemanusiaan bagi bangsa Palestina di berbagai forum internasional agar kesadaran atas krisis ini terdengar — termasuk di Sidang Majelis Umum PBB, Dewan HAM PBB, dan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC).

Di sisi lain, menurut keterangan pers Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan menyerukan persatuan dari negara-negara mayoritas muslim untuk menciptakan perdamaian di Gaza.

"Negara-negara Islam harus mengambil langkah dalam persatuan untuk menciptakan perdamaian," tegas Erdogan, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Sebab, kata Erdogan kepada Jokowi, serangan Israel ke Jalur Gaza lebih dari sebulan terakhir tidak dapat diterima lantaran sudah berada di tingkat pembunuhan massal.

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

"Serangan Israel ke Gaza telah mencapai tingkat pembunuhan massal dan menargetkan rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan karyawan organisasi non-pemerintah tidak dapat diterima," jelasnya.

Adapun Jokowi dan Erdogan sepakat bahwa OKI harus bersatu dan berada di garda terdepan untuk membela perjuangan menuju bangsa Palestina merdeka.

OKI, kata Jokowi, harus mendesak diadakannya gencatan senjata segera dan dimulainya jeda kemanusiaan agar pasokan kebutuhan pokok ke Gaza dapat tersalurkan.

"Dan memastikan akses bantuan kemanusiaan yang aman, predictable, sustainable, dan menjangkau seluruh warga," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Sepakat dengan Jokowi, Erdogan pun siap bekerja sama memastikan berjalannya pemberian bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan ke Gaza.

"Jokowi dan Erdogan membahas serangan Israel ke Gaza, upaya-upaya untuk memberikan bantuan kepada warga sipil tak berdosa di Gaza, dan langkah-langkah yang memungkinkan untuk solusi," bunyi keterangan Direktorat Komunikasi Turki.

"Kegiatan diplomatik Turki bertujuan untuk memastikan perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan ke Gaza," tambahnya.

kumparan post embed