BGN Bakal Buka 114 Dapur MBG di Wilayah 3T-Stunting Tinggi Pekan Depan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, bersama Wakil BGN, Agustina Arumsari, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, (7/8). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, bersama Wakil BGN, Agustina Arumsari, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, (7/8). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengaktifkan 114 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah dengan angka stunting tinggi dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mulai pekan depan.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan dapur-dapur tersebut merupakan bagian dari sekitar 13.000 titik dapur MBG yang saat ini tengah disisir berdasarkan tingkat kesiapan operasional.

“Jadi di minggu depan akan merilis, akan mengaktivasi kira-kira lebih dari 100 titik yang tersebar di Papua, di NTT, Maluku, Maluku Utara, dan khususnya di situ, dan Nias kalau tidak salah. Ada 114 titik di minggu depan yang dapurnya sudah siap, tinggal diaktivasi untuk segera bisa beroperasi,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Dia menjelaskan, BGN memprioritaskan pengoperasian dapur di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, termasuk daerah 3T.

“Dari 13.000 itu terdapat 1.700 yang inline sama stunting tinggi dan stunting sangat tinggi di daerah. Jadi yang siap mana, daerah yang stunting tinggi dan sangat tinggi dan 3T yang mana, itu duluan yang menjadi prioritas,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai pembukaan 13.000 dapur MBG. Menurut dia, angka tersebut bukan berarti seluruh dapur akan langsung beroperasi secara bersamaan.

“Bukan berarti 13.000 besok nyala semua, bukan. Tapi kami prioritaskan pada titik-titik di mana sangat dibutuhkan karena stunting-nya tinggi, dan stunting-nya sangat tinggi dan 3T,” jelas dia.

Ia menambahkan, BGN akan terus memprioritaskan pengoperasian dapur di daerah yang paling membutuhkan sambil melanjutkan operasional dapur yang telah berjalan.

“Yang jalan biar jalan, sambil kita nambahi daerah-daerah yang memang membutuhkan,” ucap Sudaryono.