BGN Copot Kepala SPPG Batang Bawang usai Ratusan Orang Keracunan MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana. Foto: Dok. BGN
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana. Foto: Dok. BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah ratusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan usai mengkonsumsi makanan dari SPPG tersebut.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan, SPPG Batang Bawang juga dihentikan sementara dengan kategori suspend berat. Hal tersebut dilakukan untuk kepentingan investigasi.

“Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat,” ujar Ketut dalam keterangannya, Kamis (24/9).

BGN mencatat hingga Kamis (24/9) pukul 03.00 WIB, sebanyak 219 orang terdampak keracunan. Rinciannya, 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan. Angka teranyar bahkan mencapai 411 orang.

Data tersebut masih diperbarui sesuai hasil pendataan dan koordinasi di lapangan.

Ketut memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh penerima manfaat dan keluarga yang terdampak. Kami pastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau,” katanya.

BGN Temukan Pelanggaran SOP

Wakil Bupati Batang Suyono (tengah) menunjukkan tempat makan saat inspeksi mendadak (sidak) SPPG Bawang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026). Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO

Selain mencopot Kepala SPPG, BGN menemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pemeriksaan awal.

Salah satunya terkait waktu pengolahan telur. BGN menemukan telur telah diolah lebih awal pada pukul 19.30 WIB, kemudian dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.

BGN juga menemukan kondisi kebersihan di beberapa bagian SPPG yang perlu mendapat perhatian.

Namun, Ketut menegaskan temuan tersebut masih merupakan bagian dari proses investigasi dan belum dapat menjadi kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat meninjau SPPG Bela Batang Sejahtera bersama perwakilan BGN, Kamis (24/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

“Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tegasnya.

BGN juga menyoroti adanya sebagian makanan yang dibawa pulang oleh penerima manfaat. Menurut BGN, hal tersebut juga masuk dalam kategori pelanggaran berat dalam pelaksanaan SOP.

SPPG Batang Di-suspend dan Diinvestigasi

BGN berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk memastikan penanganan penerima manfaat dan investigasi berjalan secara terpadu.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar BGN dalam menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG Batang Bawang Bawang, termasuk pemberian tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan operasional.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.