BGN Luncurkan Aplikasi 'Reviu Pelaksanaan MBG', Jaga Kualitas Makanan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meluncurkan aplikasi reviu pelaksanaan MBG di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meluncurkan aplikasi reviu pelaksanaan MBG di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi Reviu Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Aplikasi ini bertujuan untuk mencegah kasus makanan bermasalah dan meningkatkan kesadaran seluruh pihak.

"Reviu MBG yang akan kita luncurkan adalah menampung laporan-laporan dari kelompok penerima manfaat," kata Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, dalam acara peluncuran aplikasi itu di kantornya, Selasa (26/5).

Sony memaparkan, program MBG ini sudah berjalan selama sekitar 1 tahun 4 bulan. Ada sekitar 27.547 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang telah beroperasi menyalurkan makanan kepada 62,4 juta penerima.

Selama pelaksanaan program ini, Sony mengakui, masih ada sejumlah dinamika yang terjadi. Seperti adanya siswa yang mengalami muntah-muntah, pusing, dan gatal-gatal, usai menyantap makanan MBG.

Dari hasil investigasi, penyebab kejadian itu karena adanya pelanggaran dalam standar operasional prosedur (SOP).

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meluncurkan aplikasi reviu pelaksanaan MBG di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

"Kejadian menonjol terkait dengan konsumsi MBG senantiasa diawali dengan adanya pelanggaran SOP. Entah itu pelanggaran pada saat penerimaan makanan, pelanggaran pada saat persiapan, pelanggaran dari sisi penyediaan waktu mulai dimasak dan lain-lain," ungkap dia.

Karenanya, BGN merasa perlu melakukan pengembangan untuk menekan angka kejadian tersebut, utamanya dari sisi pencegahan yang diperkuat.

"Salah satu pencegahan adalah dengan meningkatkan awareness. Awareness kepada para pelaksana di lapangan. Siapa itu para pelaksana di lapangan? Mereka adalah KSPPG, pengawas gizi, dan juga mitra," jelas Sony.

"Terkait dengan kejadian menonjol, ketiga pihak inilah harus betul-betul bersatu dalam satu rangkaian. Nah aplikasi yang akan kita luncurkan saat ini adalah aplikasi yang merupakan wujud nyata menampung... sarana mengatur, menampung kontrol dari masyarakat," tambah dia.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meluncurkan aplikasi reviu pelaksanaan MBG di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Awasi Empat Aspek

Sony memaparkan, dalam aplikasi ini ada empat parameter penting yang menjadi tolok ukur menjaga kualitas makanan. Yakni, ketepatan waktu pengantaran makanan, aroma makanan, rasa makanan, dan variasi menu.

"Di setiap sekolah, itu telah ditunjuk PIC-PIC sekolah. Ya misalkan dalam satu sekolah itu ada dua orang atau tiga orang guru yang ditunjuk sebagai PIC untuk menerima MBG," ucap Sony.

"Nah Aplikasi Reviu MBG ini nanti wajib ya, menjadi satu alat wajib yang dimiliki oleh PIC sekolah. Ketika MBG datang maka kemudian PIC melakukan penilaian," lanjutnya.

Dengan adanya penilaian ini, diharapkan ada kesadaran dari seluruh pihak bahwa dalam mengantarkan makanan harus tepat waktu, kualitas makanannya pun harus dijaga, serta menyediakan menu yang bervariasi.

"Supaya betul-betul pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ini optimal sesuai dengan tujuan, memberikan asupan gizi, menjadikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, ceria," pungkasnya.