BGN Siapkan Sistem Pengadaan Bahan Baku MBG, Cegah Praktik 'Hengki Pengki'

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan pengadaan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berjalan dengan baik. BGN kini tengah menyiapkan sistem untuk menghindari kecurangan dalam proses pengadaan bahan makanan tersebut.

"Selain itu juga, kami memastikan bahwa pengadaan bahan-bahan makanan itu bisa terselenggara dengan adil. Jangan sampai kemudian yang dipilih adalah orang-orang yang secara subjektif dan kemudian dengan subjektivitasnya itu, kemudian ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan di situasi kesempatan," tegas Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Sudaryono lebih lanjut menjelaskan solusi dari masalah tersebut. Ia mengatakan saat ini BGN tengah menyiapkan sistem agar proses pengadaan bahan baku berjalan secara adil.

"Kami juga sedang menyiapkan sebuah sistem bagaimana secara adil supplier bahan baku itu kemudian bisa mendapatkan perlakuan adil by system dan lain-lain," jelasnya.

Dengan adanya sistem tersebut, Sudaryono meyakini tidak ada tindakan curang seperti "hengki pengki" atau kongkalikong dalam proses pengadaan bahan baku yang berjalan.

"Sehingga, menghindari hengki pengki atau menghindari kongkalikong di antara penyedia dan di antara yang membutuhkan atau di antara dapur-dapur," kata Sudaryono.