Biaya Rapid Test Anggota DPR dan Keluarga Sumbangan Pimpinan dan Anggota

DPR akan melakukan rapid test bagi seluruh anggota dewan dan keluarganya untuk mengantisipasi virus corona pada Jumat (27/3). Diperkirakan sebanyak 2 ribu orang akan mengikuti rapid test tersebut.
Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan untuk pelaksanaan rapid test, DPR tak menganggarkan dana tersendiri. Dia menyebut anggaran berasal dari sumbangan pimpinan DPR hingga anggota dewan.
"Enggak (dianggarkan DPR). Ini ada beberapa sumbangan anggota-anggota, pimpinan untuk mengadakan rapid testnya," kata Indra saat dihubungi, Senin (23/3).
Untuk itu, Indra menuturkan, sebanyak 575 anggota DPR berserta keluarganya tak akan mengeluarkan biaya khusus untuk melakukan pengecekan virus corona.
"Tapi kalau penanganannya itu, ya tentu itu ada dengan intern dokter dan paramedis kami. Jadi sebenarnya tidak ada biaya khusus dari anggota yang dikeluarkan," ucap dia.
Kemudian, Indra menjelaskan, awalnya DPR hanya ingin melakukan pengecekan terhadap anggota dewan yang dianggap memiliki risiko tertular tinggi. Namun, anggota dewan sepakat melakukan pengecekan secara keseluruhan melalui rapid test untuk memastikan DPR bersih dari virus corona.
"Pertama memang yang diproritaskan sebenarnya yang berisiko tinggi itu di usia-usia di atas 50 awalnya. Yang kedua memang semua anggota DPR ingin memastikan dirinya dan keluarganya itu clear. Jadi itu sebenarnya keinginan kita semuanya untuk tahu supaya kita bukanlah tidak terpapar virus itu," kata dia.
Apalagi, kata dia, penyebaran virus corona bukan hanya berada di tengah masyarakat. Terlebih, pejabat pemerintahan yakni Menhub Budi Karya Sumadi telah dinyatakan positif virus corona.
"Kan semua pengin tahu dengan sekarang episentrumnya bukan lagi di masyarakat, di mana mana. Pusat-pusat pemerintahan juga terkena dan mereka juga ingin memastikan juga," tutup Indra.
