Bikin 2 TPA, Pemkab Sleman Akan Kurangi Ketergantungan dengan TPA Piyungan
·waktu baca 2 menit

Sampah kerap menjadi persoalan di Kota Yogyakarta hingga Kabupaten Sleman. Selama ini sampah dari wilayah tersebut dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Kabupaten Bantul.
Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan bahwa Sleman akan membangun 2 TPA di Kalasan dan Minggir. Langka ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan dengan TPA Piyungan.
"Alhamdulillah di Sleman untuk menyikapi di Piyungan kita sudah merencanakan dan sudah jalan kita bikin TPA. Di Kalasan dan Minggir. Untuk antisipasi berkaitan dengan adanya kesulitan di Piyungan," kata Harda, Rabu (2/11).
Menurutnya, dua TPA itu akan diolah dengan sistem yang lebih modern. Dengan begitu, diharapkan masalah sampah bisa diselesaikan.
"Anggaran kami untuk di Kalasan Rp 38 miliar yang di Minggir itu kita Rp 48 miliar. Tapi yang Minggir yang membiayai pusat melalui DAK. Ini ada sedikit problem ditunda yang Minggir, tapi kalau yang Kalasan APBD kami," katanya.
Menurut Harda, untuk TPA di Kalasan paling tidak akan selesai pada tahun 2023. Pembangunannya pun sudah dimulai. Sementara untuk yang di Minggir, pihaknya akan berkomunikasi lagi dengan pemerintah pusat.
"Kalau Kalasan tahun 2023 harus selesai. Sudah mulai," katanya.
Harda mengeklaim tidak ada penolakan warga terkait pembangunan TPA ini. Bahkan, warga bisa turut mengais rezeki karena TPA juga dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes.
"Bisa untuk pendapatan mereka (masyarakat). Yang mengelola Bumdes. Jadi semua dilibatkan," pungkasnya.
