Bikin Video Ancaman 'Lapar Bisa Beringas', Driver Ojol Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu baik hati pemilik rumah di Jalan Brawijaya bagikan sembako untuk ojol. Foto: Prameshwari 'Imesh' Sugiri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ibu baik hati pemilik rumah di Jalan Brawijaya bagikan sembako untuk ojol. Foto: Prameshwari 'Imesh' Sugiri/kumparan

Driver ojek online (ojol) dari sejumlah komunitas meminta maaf kepada pemerintah dan pimpinan partai politik, serta masyarakat Indonesia.

Permintaan maaf ini terkait video bernada provokasi menyusul penerapan pembatasan sosial PSBB selama pandemi virus corona.

Dalam video tersebut mereka mengancam berbuat anarki jika pembatasan terus dilakukan.

"Lapar bisa beringas," ucap seorang pria dalam video itu.

Alasannya dengan pembatasan yang ada para driver bisa kehilangan pendapatan.

Video ini viral di media sosial. Hingga akhirnya para driver ini dimediasi polisi pada Minggu (12/4). Mereka akhirnya meminta maaf.

collection embed figure

Permintaan maaf itu disampaikan oleh perwakilan driver ojol dari organisasi Tiposi, Lutfi Pramudia Iskandar. Ia mengakui video yang ia sebarkan pada 7 dan 8 April 2020 bernada provokatif dan dapat menimbulkan kegaduhan di masa pandemi.

"Perkenankan kami dari Tiposi pada kesempatan siang hari ini ingin menyampaikan permintaan maaf kami yang sebesar-besarnya disertai penyesalan dari kami terkait video yang telanjur kami share pada tanggal 7 April 2020 di Bekasi kemarin dan juga video yang kami share pada tanggal 8 April 2020 saat Tiposi menggelar konferensi pers di Jalan Guntur nomor 49, Jakarta Pusat," kata Lutfi dalam video, Senin (13/4).

Lutfi mengaku pernyataannya dan rekannya saat itu irasional. Ia menyadari driver ojol bukanlah satu-satunya pekerjaan yang terdampak dari pandemi corona. Maka itu menurutnya isi video itu tidak tepat.

"Kami sadari driver ojol Indonesia ini bukan pula satu-satunya yang menderita karena pandemi tersebut dan driver ojol Indonesia ini juga telah menerima bantuan dari berbagai pihak yang sekiranya dapat berguna bagi kebutuhan kami sehari-hari," kata Lutfi.

kumparan post embed

Dalam video permohonan maaf itu juga hadir driver lainnya seperti Weli dari BOM dan Tiposi, Badai dari Tiposi dan Driver Legend Indonesia, Agun Marguna dari Nusa Malam Jabodetabek, dan Cang Rahman dari Forum Komunitas Driver Online Indonesia.

Nama terakhir merupakan orang yang menyampaikan pendapat bernada provokasi dalam konferensi pers 8 April 2020.

"Pada saat ini, sore ini saya menegaskan kembali kepada pemerintah pusat beserta jajarannya, para politisi partai, petinggi partai beserta jajarannya, ke mana hati nurani kalian hingga saat ini kami bagian dari Bangsa Indonesia menderita atas dampak wabah COVID-19. Ingat lapar bisa membuat orang menjadi beringas, lapar mematikan pikiran, membutakan mata hati. Kalian tidak punya mata hati, tidak punya empati, tidak punya perhatian, jangan salahkan kami juga tidak punya akal sehat dan tidak punya nurani," ucap Rahman dalam video provokasi itu.

Namun Rahman sama seperti Lutfi. Ia mengakui pernyataannya salah dan dapat memicu tindakan anarkistis. Maka itu ia meminta maaf.

Saat ini ia justru meminta rekan-rekannya mengikuti aturan PSBB yang dibuat pemerintah. Karena dengan begitu virus corona dapat segera berakhir sehingga ojek online dapat beraktivitas normal kembali.

"Kami yakin kalau kita mentaati peraturan tersebut insyaallah pandemi akan cepat berakhir. Cuci tangan, pakai masker, physical distancing, stay at home," kata Rahman.

-----

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!