Bima Arya Ungkap Alasan Kembali Terapkan Ganjil Genap: Angka COVID-19 Agak Naik

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi check point penyekatan ganjil genap dan larangan mudik di Kota Bogor.  Foto: Pemkot Bogor
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi check point penyekatan ganjil genap dan larangan mudik di Kota Bogor. Foto: Pemkot Bogor

Ketua Satgas COVID-19 Kota Bogor, Bima Arya, kembali menerapkan kebijakan ganjil genap pada akhir pekan ini selama 2 jam mulai pukul 15.30 WIB sampai 17.30 WIB.

Bima memaparkan alasannya mengapa kebijakan ini kembali diterapkan. Sebab tren penularan COVID-19 kembali naik dan aktivitas masyarakat meningkat.

"Warga Bogor tercinta, tren COVID-19 di Kota Bogor agak sedikit naik. Kita harus ambil langkah cepat untuk mengendalikan selain tentunya penguatan prokes di seluruh wilayah Kota Bogor, Satgas memutuskan untuk membela ganjil genap Sabtu, Minggu besok," kata Bima Arya, Jumat (30/4).

Ganjil genap kali ini hanya diberlakukan di sepanjang jalan SSA (Sistem Satu Arah) seputar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

kumparan post embed

Bima menjelaskan, kembali diterapkannya ganjil genap di pusat kota untuk mencegah terjadinya penumpukan dan kemacetan. Sebab kondisi masyarakat di Kota Bogor mulai ramai memenuhi lokasi restoran untuk berbuka puasa.

"Langkah cepat untuk mengingatkan kepada warga Bogor supaya jangan terlena. Ini belum selesai COVID-nya. Kita lihat tempat-tempat buka sudah mulai penuh orang bukber, orang jalan-jalan segala macam, kita ingatkan lagi," ucap Bima.

"Apalagi sekeliling ini kita lihat sudah mulai penuh, mulai padat. Karena itu Satgas memutuskan untuk menerapkan kembali kebijakan ganjil genap tapi dua jam saja," jelas Bima.

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi check point penyekatan ganjil genap dan larangan mudik di Kota Bogor. Foto: Pemkot Bogor

Sama seperti kebijakan sebelumnya, ada beberapa yang dikecualikan dalam aturan ganjil genap yakni petugas TNI-Polri, pelayan publik hingga ojek online dan masyarakat dengan keperluan mendesak. Bagi masyarakat yang melanggar akan diberi sanksi dengan diputar balik.

"Sanksi hanya diputar balik saja, jadi tolong hindari SSA Sabtu-Minggu besok jam setengah empat sampai setengah enam," ucap Bima.

Lebih lanjut, politikus PAN itu mengatakan petugas juga akan menyosialisasikan larangan mudik bagi masyarakat untuk keluar dari wilayah Jabodetabek.

"Ya ada. Semua enggak boleh mudik tanpa kecuali mulai tanggal 6 sampai tanggal 17. Muspida kita enggak ada yang mudik. Presiden juga enggak mudik," kata Bima.

"Saya melarang keras semua semua ke keluar kota kecuali Jabodetabek. Jabodetabek boleh, di luar Jabodetabek enggak boleh. Sanksi keras nanti, untuk ASN semuanya akan disanksi keras," tutup dia.