BIN Gelar Vaksinasi Pelajar dan Door to Door di Banten, Jabar dan Jatim
·waktu baca 2 menit

Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan mendatangi Pondok Pesantren Ummul Qura di Pondok Cabe Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (1/8).
Dalam kunjungan ini, Budi Gunawan meninjau program vaksinasi COVID-19 terhadap pelajar dan masyarakat secara door tor door.
Budi menjelaskan, vaksinasi hari ini digelar di tiga provinsi yakni Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan target masyarakat dan pelajar yang divaksin yakni 7.000 orang.
Tiga provinsi itu sengaja dijadikan lokasi vaksinasi oleh BIN karena angka positif rate cukup tinggi.
"Spot-spot ini kita pilih karena lonjakan angka positif rate-nya cukup tinggi dan sudah menjadi zona hitam. Sehingga kami masuk di tiga titik tersebut," kata Budi Gunawan dalam keterangannya.
Eks Wakapolri itu menjelaskan, BIN sengaja memilih lokasi vaksinasi di pondok pesantren karena merupakan ujung tombak ketahanan NKRI. Menurutnya, para calon penerus bangsa belajar di sana.
"Pondok pesantren merupakan ujung tombak ketahanan kita, karena di sinilah para generasi muda dididik untuk aspek religius, kemudian nasionalis, dan toleran," ucap Budi Gunawan.
Sementara mengenai vaksinasi door to door, Budi mengatakan diharapkan mampu mempercepat program vaksinasi sehingga bisa menekan angka kematian akibat COVID-19.
"Kami menargetkan saat ini bagaimana menekan angka laju kematian, makanya kami masuk di perumahan-perumahan padat penduduk," tutur Budi.
Lebih lanjut, Budi mengatakan selain menggelar vaksinasi, BIN juga turut membagikan paket sembako. Total ada 7.000 paket diberikan kepada masyarakat terdampak COVID-19.
Sedangkan Pimpinan Ponpes Ummul Qura, KH Syarif Rahmat, memberikan apresiasi atas kegiatan vaksinasi ini. Ia mengajak seluruh pihak bekerja sama menghadapi pandemi COVID-19.
"Saya berharap kepada saudara-saudara saya para kiai, para ulama, para guru dan seluruh pendidik, masyarakat, untuk bahu membahu tolong menolong dan menyampaikan bahwa saatnya kita berperang. Tidak boleh berbeda pendapat," kata Syarif.
