BIN Gerak Cepat Kembangkan Riset Penanganan Varian Corona Inggris

Varian baru virus corona asal Inggris, B117, ditemukan di Indonesia tepat setahun pandemi. Mutasi ini disebut lebih cepat menular dibandingkan varian lama asal Wuhan, China.
Badan Intelijen Negara (BIN) pun ikut menanggulangi varian corona Inggris ini. Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Purwanto, mengatakan, pihaknya langsung bergerak mengembangkan riset tentang model penanganan terbaik.
"Berdasarkan penemuan ini ke depan perlu pengembangan riset untuk mencari model penanganan lebih baik karena proses mutasi B117 sudah ada di sekitar kita," ujar Wawan saat dihubungi, Kamis (4/3).
Wawan mengatakan, pendeteksian kasus infeksi varian corona Inggris yang terjadi pada 2 orang di Karawang tidak mudah. Menurutnya, sejumlah langkah pengetesan beberapa spesimen dengan metode Whole Genome Sequencing dilakukan untuk memastikan infeksi dapat segera ditangani dengan baik.
"Temuan dua kasus mutasi B117 di Indonesia berdasarkan hasil riset tentang mutasi virus dari 462 spesimen di Indonesia beberapa bulan terakhir menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS)," ungkap Wawan.
Agar penularannya tak makin meluas, Wawan memastikan BIN terus melakukan berbagai langkah strategis sesuai kewenangannya. Terlebih, kata Wawan, varian baru ini sudah masuk ke sejumlah negara di Asia Tenggara.
Mulai dari Singapura pada 23 Desember 2020, Malaysia pada 12 Januari 2021, Vietnam pada 2 Februari 2021, Thailand pada Januari 2021, dan Filipina pada 13 Januari 2021.
"Salah satu upaya antisipasi Pemerintah adalah memperketat masuknya WNA ke Indonesia dan melarang penerbangan dari Inggris," ucap Wawan.
Sedangkan terkait pengembangan riset penanganan varian baru corona, Wawan memastikan, BIN dan sejumlah stakeholder terus berkoordinasi dan meningkatkan kerja sama. Sementara itu, Wawan meminta masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan.
"BIN dan berbagai stakeholder lainnya terus berkoordinasi dan meningkatkan kerja sama, termasuk dalam pengembangan berbagai riset untuk menghadapi mutasi virus ini. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan meningkatkan disiplin Prokes 5M guna mengantisipasi virus ini," kata Wawan.
Penemuan 2 kasus infeksi varian corona Inggris disampaikan Wamenkes dr Dante Saksono, Selasa (2/3). Varian ini ditemukan pada kasus penularan dua TKI dari Arab Saudi, yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada akhir Januari 2021.
Meski disebut menular lebih cepat dari varian yang lama, namun varian corona Inggris belum terbukti lebih mematikan dan mempengaruhi efektivitas vaksin Sinovac.
