Mewaspadai Varian Corona Inggris yang Sudah Masuk Indonesia

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembagian masker gratis dari Pemprov DKI Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Pembagian masker gratis dari Pemprov DKI Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Varian baru virus corona asal Inggris B.1.1.7 telah terdeteksi di Indonesia. Varian corona Inggris ini masuk lewat dua WNI pekerja migran dari Arab Saudi, yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, akhir Januari 2021.

Varian baru ini dinilai bisa menularkan corona lebih cepat dibandingkan jenis awalnya, termasuk dari Wuhan, China. Meski begitu, sejauh ini mutasi ini belum terbukti lebih mematikan pada pasien corona di Indonesia.

"Strain ini belum terbukti lebih mematikan, namun sudah terbukti lebih cepat menular," ucap Menkes Budi Gunadi Sadikin, Selasa (2/3).

Pernyataan Budi ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan peneliti di Inggris, bahwa varian baru ini 70 persen lebih mudah menularkan virus daripada jenis yang ada sebelumnya.

Masyarakat diminta tetap tenang dan terus menjalankan protokol kesehatan 3M yang telah digencarkan pemerintah selama ini.

Lantas, apa yang telah dilakukan pemerintah untuk mencegah strain corona asal Inggris ini menyebar lebih luas di Indonesia?

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan pemerintah bakal memperketat pengawasan akses perjalanan internasional menyusul temuan dua kasus mutasi B.1.1.7. Pengetatan pengawasan difokuskan di berbagai pintu masuk kedatangan internasional.

"Varian B.1.1.7 ditemukan di Indonesia. Petugas di pintu kedatangan bersama unsur lembaga terkait dan satgas akan melakukan monitoring di lapangan," kata Wiku.

Prof Wiku Adisasmito memantau pelaksanaan vaksinasi massal di Istora Senayan Jakarta, Kamis (4/2). Foto: Youtube/Kementerian Kesehatan RI

Terkait apakah akan ada perubahan lagi soal aturan masuk bagi pelaku perjalanan luar negeri, Wiku menyebut pemerintah akan bersifat adaptif dengan situasi yang ada.

"Pemerintah akan selalu adaptif dengan situasi dan kondisi yang ada, termasuk perubahan kebijakan jika diperlukan," tegasnya.

Selain itu, Satgas juga memberlakukan tracing pada satu pesawat yang terbang bersama dua kasus terdeteksi. Diketahui, dua orang tersebut bepergian menggunakan maskapai Qatar Airways.

"Dalam 1 pesawat ya diperiksa semua karena persyaratan tiba dari luar negeri," tutur Wiku.

Analisis Kemunculan Varian Baru Virus Corona di RI

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio. Foto: Youtube/@DPMPTSP DKI Jakarta

Seperti dijelaskan sebelumnya, kedua WNI asal Karawang ini diketahui tiba di Indonesia pada akhir Januari lalu. Namun, mengapa pemerintah baru mengumumkan adanya deteksi varian baru corona dari Inggris pada Selasa (2/3) kemarin?

Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio menjelaskan, untuk menemukan varian baru ini perlu ada whole genome sequencing di laboratorium dan memakan waktu beberapa minggu.

"Kasusnya sebenarnya kasus impor yang datang di Indonesia, dan datangnya bukan tadi malam. Datangnya beberapa minggu yang lalu. Karena berbagai prosedur baru terdeteksi ada dua kasus," kata Amin dalam diskusi daring yang disiarkan melalui kanal YouTube medcomid.

"Sejak beberapa minggu lalu Kemristek dan Litbangkes sudah bentuk tim untuk memperkuat dan mencari varian baru Inggris maupun yang lainnya, Afsel dan Brasil. Yang dilaporkan memiliki kemampuan menular lebih tinggi memang sengaja kami ingin cari," lanjut dia.

Tantangan yang harus dihadapi adalah kemampuan untuk mendapatkan sampel. Termasuk di antaranya mereka yang datang dari negara lain yang ada virusnya.

Koordinator Uji Klinis Vaksin Corona di RI, Kusnandi Rusmil. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Namun, apakah kemunculan strain baru ini berpengaruh terhadap proses vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah?

Tim peneliti dari Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah meneliti dan menguji efektivitas vaksin Sinovac terhadap varian corona asal Inggris tersebut. Sebab, diakui virus memang selalu mengalami mutasi secara alamiah dan tak dapat dicegah.

"Itu yang akan saya teliti, penelitiannya belum selesai, tapi semoga masih bisa meng-cover karena dia itu kan mutasi terus, mutasi dan ini baru setahun," kata Guru Besar Unpad sekaligus Ketua Tim Riset Vaksin COVID-19, Prof Kusnandi Rusmil.

Sementara itu, ahli genomika Riza Putranto menilai salah satu mutasi B.1.1.7, yakni B.1.1.7 E484K, diduga kuat membuat efikasi vaksin untuk melawan varian ini berkurang.

"Apa itu mutasi S E484K? Perubahan pada asam amino ke-484 pada protein Spike virus yang berubah dari E (asam glutamat) menjadi K (lisin) dan menyebabkan bentuk protein Spike menjadi sedikit berbeda," jelas Riza.

"Mutasi ini membuat virusnya memiliki kemampuan untuk menurunkan efikasi vaksin. Menurunkan, tidak menghilangkan seluruhnya. Ini perlu dipahami dengan baik," imbuh dia.

kumparan post embed

Apa Kabar Warga Karawang yang Positif dengan Varian Inggris Ini?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/12). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung bertindak cepat usai mendengar dua warganya terinfeksi corona dengan varian asal Inggris. Setelah dilakukan penelusuran, pria yang akrab disapa Emil itu memastikan kedua orang itu sudah negatif COVID-19 berdasarkan swab PCR.

"Dua (orang) itu per hari ini sudah negatif, tapi kita tes berkali-kali untuk memastikan negatif dari virus varian baru," ujar Emil.

Ridwan Kamil mengatakan dua TKI yang tiba dari Arab Saudi itu masih diisolasi mandiri di rumah masing-masing.

Di sisi lain, pihaknya juga menerjunkan tim untuk melacak kontak tracing terhadap dua warga Karawang yang terinfeksi virus corona Inggris B.1.1.7 itu. Emil tidak ingin varian ini menulari lebih banyak orang lagi di Karawang dan Jawa Barat.

"Tim sedang melacak, mengisolasi tambahan, tracing testing lagi kepada kontak erat," tegas Emil.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Foto: Instagram/@cellicanurrachadiana

Emil juga telah berpesan kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana untuk serius menangani dua warganya tersebut. Ia meminta jangan sampai ada kecolongan, dan membuat strain ini menular secara lebih luas.

"Saya titip kepada Bupati Karawang, kepada Dandim, kepada Kapolres seluruh jajaran jangan sampai kecolongan, membesar kita akhirnya tidak bisa mengendalikan, mumpung baru kecil dan mungkin juga bisa ada hal-hal lain untuk segera kita deteksi," tutup Emil.

Mereka diketahui masing-masing berinisial M dan A, dan keduanya perempuan. M mendarat 28 Januari 2021, sementara A mendarat 31 Januari 2021. Keduanya juga dipastikan telah mengikuti aturan Satgas COVID-19 bagi para pelaku perjalanan luar negeri.

kumparan post embed