BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Imbas Gempa 7,6 M di Sulut-Malut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria memeriksa puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Manado (2/4/2026). Foto: Tonny Rarung/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria memeriksa puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Manado (2/4/2026). Foto: Tonny Rarung/REUTERS

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami yang terjadi imbas gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara dan perairan Maluku Utara. pada Kamis (2/4) sekitar pukul 05.48 WIB, telah dicabut.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi di beberapa wilayah terdampak tidak ada lagi kenaikan air laut signifikan yang membahayakan. Maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB," ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam jumpa pers secara daring, Kamis (2/4).

Sebelumnya, BMKG merilis data tsunami di beberapa titik di wilayah terdampak gempa, tingginya di bawah 1 meter.

Sejak gempa yang terjadi pukul 05.48 WIB tadi, hingga pukul 09.50 WIB telah terjadi 48 kali gempa susulan.

instagram embed

"Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas rangkaian gempabumi dengan kekuatan terbesar 5,5 magnitudo," jelasnya.

Hingga siang ini, BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan yang kemungkinan masih terus terjadi.

"Saat ini BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat," ucapnya.

Gempa tersebut juga mengakibatkan seorang warga di Manado, Sulawesi Utara, meninggal karena tertimpa reruntuhan. Satu orang lainnya dilaporkan mengalami patah kaki.