BMKG Catat Peningkatan Gempa Selama Oktober: 844 Kali, 3 di Antaranya Merusak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images

Aktivitas gempa di wilayah Indonesia mengalami peningkatan selama Oktober 2021. Hasil monitoring BMKG, terjadi aktivitas gempa sebanyak 844 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

"Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan September sebanyak 805 kali," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (6/11).

Daryono menjelaskan aktivitas gempa di wilayah Indonesia selama Oktober didominasi gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 yang terjadi sebanyak 831 kali.

"Jumlah aktivitas gempa kecil ini mengalami peningkatan jika dibanding bulan September yang terjadi sebanyak 794 kali," imbuhnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

Kemudian, gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi sebanyak 13 kali atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan September yang terjadi 11 kali.

Daryono juga merincikan gempa dengan guncangan dirasakan masyarakat selama Oktober sebanyak 71 kali. Jumlah gempa dirasakan mengalami peningkatan jika dibanding September sebanyak 61 kali.

"Data jumlah gempa dirasakan ini diluar aktivitas gempa swarm yang terjadi di Banyubiru, Ambarawa, Salatiga dan sekitarnya, karena gempa yang terjadi di wilayah ini sebagian besar dirasakan oleh warga," terang Daryono.

Aktivitas Gempa yang Merusak Selama Oktober

Peta kegempaan Indonesia periode Oktober 2021. Foto: BMKG

Selama Oktober, juga terjadi 3 kali gempa merusak, yaitu:

  1. Gempa di Karangasem dan Bangli, Bali, dengan magnitudo 4,8 pada 16 Oktober, yang berdampak merusak lebih dari 600 bangunan rumah, memicu longsoran yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia, dan beberapa orang luka-luka

  2. Gempa Blitar-Malang dengan magnitudo 5,3 pada 22 Oktober, yang berdampak merusak beberapa bangunan rumah, musala, dan gedung sekolah di Blitar dan Malang

  3. Rangkaian aktivitas gempa swarm sejak 23 Oktober yang mengguncang wilayah Banyubiru, Ambarawa, Salatiga, dan sekitarnya yang berdampak merusak beberapa bangunan rumah warga.

"Jumlah gempa merusak meningkat di bulan Oktober 2021 dibandingkan September yang terjadi satu kali yaitu Gempa Brebes-Bumiayu magnitudo 3,0 pada 28 September 2021 yang menimbulkan kerusakan sebanyak 19 rumah warga di wilayah Kecamatan Sirampog, Brebes," ungkap Daryono.

Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Korban Gempa di Kabupaten Malang. Foto: Kemenko PMK

Menurut Daryono, zona aktif gempa di Indonesia selama Oktober terdapat di 9 kluster seismisitas.

"Yaitu Aceh-Simeulue, Bengkulu-Lampung, Jawa Barat, selatan Yogyakarta-Pacitan, Bali-Lombok-Sumba, Sulawesi Tengah, Laut Maluku, Ambon-Seram, dan Papua Utara," rincinya.