BMKG: Gempa Mindanao Tak Menimbulkan Potensi Tsunami untuk Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jarak dengan letak gempa 6,9 Magnitudo yang mengguncang di Kota Davao, Filipina. (Foto: Dok. Google Maps)
zoom-in-whitePerbesar
Jarak dengan letak gempa 6,9 Magnitudo yang mengguncang di Kota Davao, Filipina. (Foto: Dok. Google Maps)

Gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo terjadi di Kepulauan Mindanao, Filipina, yang berjarak 200 km ke arah timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa ini berpotensi tsunami untuk wilayah Filipina, namun tidak untuk Indonesia.

Akun Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) sempat melaporkan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Namun saat dikonfirmasi ke BMKG, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut hingga pukul 11.40 WIB gempa tersebut tidak sampai mengaktifkan peringatan dini tsunami di daerah tersebut.

X post embed

"Saat ini tidak, tapi mohon tetap terus monitor info BMKG untuk updatenya," kata Dwikorita kepada kumparan, Sabtu (29/12).

Berdasarkan informasi dari akun humas Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa itu berpusat di kedalaman 69 km di bawah permukaan laut. Pusat gempa berada pada koorfinat 5,85 LU dan 126,81 BT sekitar 201 km arah timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Dalam keterangan dari BMKG gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng laut Filipina yang menunjam ke bawah Pulau Mindanao. Gempa tersebut juga dirasakan di Provinsi Davao Oriental dan Davao Ocidental, Filipina.

Sementara di Indonesia gempa juga dirasakan di Melonguane Kepulauan Talaud, Sangihe, Morotai hingga Manado.

"Kepada masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab, karena gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

X post embed
embed from external kumparan