BMKG-Kominfo Investigasi SMS Ngaco soal Peringatan Tsunami di Bali hingga Jatim

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images

Sejumlah warga menerima SMS broadcast yang berisi perkiraan gempa bumi 8,5 magnitudo. Pesan itu tersebar melalui saluran SMS BMKG-Kominfo yang terkirim pada Kamis (27/5) sekitar pukul 10.36 WIB.

Terkait beredarnya pesan tersebut, BMKG menegaskan informasi itu tidak benar. Dalam rilis yang diterima kumparan pada Kamis (27/5), BMKG menyebut ada kesalahan sistem.

"BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang melalui kanal SMS," tulis lembaga tersebut.

"Saat ini, BMKG dengan Kominfo masih melakukan penelusuran terkait kesalahan sistem hingga menyebabkan pesan tersebut terkirim."

BMKG menegaskan, tidak ada gempa dengan kekuatan 8,5 magnitudo di Indonesia. Untuk itu, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami.

X post embed

Selain itu, BMKG menambahkan hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi gempa baik dari tempat, waktu, dan kekuatan guncangan.

"Masyarakat agar tetap mengupdate informasi BMKG melalui saluran resmi seperti website, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, Call Center 196 maupun kantor BMKG terdekat," pungkasnya.

Sebelumnya, warga di Bali mendapatkan SMS terkait gempa dan peringatan tsunami dengan teks sebagai berikut.

Peringatan Dini Tsunami di JATIM,NTB,BALI,NTT,JATENG, Gempa Mag:8.5, 04-Jun-21 10:14:45WIB. Lok:10.50LS,114.80BT,Kdlmn:10Km::BMKG.

embed from external kumparan