BMKG: Peringatan Dini Tsunami Baru Berakhir Setelah 2 Jam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peta Prakiraan Tinggi Muka Laut Maksimum. Foto: BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Peta Prakiraan Tinggi Muka Laut Maksimum. Foto: BMKG

Gempa mengguncang wilayah Nusa Tenggara dan sekitarnya. Setelah diguncang gempa berkekuatan 7,5 Magnitudo di Larantuka, wilayah Maumere juga ikut diguncang gempa susulan berkekuatan 5,5 Magnitudo.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly mengatakan, gempa susulan yang terjadi setelah gempa besar merupakan hal biasa.

Sementara untuk peringatan potensi dini tsunami memang harus segera dikeluarkan, dan baru akan dihentikan 2 jam setelah peringatan pertama.

"Biasanya kalau ada gempa besar ada diikuti gempa susulan, itu sudah normal ya, karakternya seperti itu. SOP di BMKG kalau ada potensi tsunami sudah keluarkan peringatan dini paling lambat 2 jam setelah peringatan dini baru ada pengakhiran. Sekarang masih dipantau terus kondisi di lapangan," ujar Sadly dalam wawancara bersama Metro TV, Selasa (14/12).

Daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan. Foto: BMKG

Ia belum bisa menyebutkan apakah potensi tsunami di wilayah yang terdampak masih berlaku, karena tim masih melakukan pemantauan. Namun ia mengingatkan masyarakat di daerah tersebut untuk waspada dan menjauhi kawasan pantai.

"Kalau bisa warga di pesisir jauhi dari sana, cari tempat lebih aman. Tapi tetap enggak usah panik tapi tetap waspada, cari informasi yang tepat dari BMKG dan BPBD," ujarnya.

embed from external kumparan