BNPB: Kebanyakan Rumah yang Hancur Akibat Gempa 6,9 M Tak Punya Tulang

Gempa 6,9 magnitudo yang berpusat di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Jumat (2/8) malam, menyebabkan ratusan rumah rusak. BNPB menyatakan sebagian besar rumah rusak karena konstruksi pembangunannya tidak memenuhi standar.
"Ini kebanyakan rumah yang hancur tidak ada tulangnya (tidak ada besi -red)," jelas Plt Kapusdatin BNPB Agus Wibowo saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (3/8).
Agus menjelaskan berdasarkan pendataan pihaknya di lapangan, terdapat sekitar 232 rumah yang rusak. Ratusan rumah yang rusak itu tersebar di sejumlah daerah di Banten dan Jawa Barat.
"Ada 232 rumah rusak, selain itu 4 fasum (fasilitas umum) tempat ibadah rusak, dan 1 kantor desa rusak," rincinya.
Terkait jumlah korban jiwa, Agus mengatakan, ada empat orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka akibat gempa ini. Namun, korban meninggal tidak langsung disebabkan oleh gempa.
"Korban meninggal ada 4 (jiwa), di Sukabumi 2 (jiwa), di Lebak 2 (jiwa), dan 4 orang luka," terangnya.
Berikut identitas dari korban meninggal akibat gempa ini:
Rasinah (48), warga Kabupaten lebak. Meninggal karena serangan jantung.
Salam (95), warga Kabupaten Lebak. Meninggal karena kelelahan saat dievakuasi.
Ajay (58), warga Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Meninggal karena terpleset saat berada di WC usai gempa.
Ruyani (35), warga Kecamatan Waliuran, Sukabumi. Meninggal karena serangan jantung.
