Bobby Nasution Ngaku Dimarahi LBH karena Perintahkan Tembak Mati Begal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Wali Kota Medan Bobby Nasution saat peletakan batu pertama proyek Islamic Center Kota Medan di Medan Labuhan pada Senin (22/5/2023).  Foto: Pemkot Medan
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat peletakan batu pertama proyek Islamic Center Kota Medan di Medan Labuhan pada Senin (22/5/2023). Foto: Pemkot Medan

Wali Kota Medan Bobby Nasution ramai dibicarakan karena pernyataannya soal perintah tembak mati begal bila sudah sangat meresahkan. Ia mengaku mendapat sorotan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan karena itu.

"Kena marah, ya, saya," kata Bobby Nasution sambil tersenyum saat ditemui di Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia (APEKSI) di Kota Makassar,  Rabu (12/7).

Bobby heran dengan LBH yang tidak terima dengan tindakan tegas itu. Padahal, kata Bobby, aksi para begal tersebut meresahkan masyarakat di Kota Medan.

"Tanya kepada masyarakatlah, kondisinya, para korban-korban begal di Kota Medan yang sudah banyak itu. Kalau saya, wajib mendukung masyarakat. Itu kalau saya ya," tandasnya sembari berjalan masuk dalam ruangan Rakernas APEKSI.

kumparan post embed
Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat siaran pers terkait proyek lampu jalan di Kota Medan pada Selasa (9/5). Foto: Pemkot Medan

Sebelumnya, menantu Presiden Jokowi itu berang dengan kejahatan begal yang kerap terjadi di wilayahnya. Dia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.

"Kejahatan begal dan geng motor saat ini sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat dan harus ditindak tegas, apalagi para pelaku yang sudah melakukan aksi tersebut berulang kali," tulis Bobby di akun instagram pribadinya, Jumat (7/7).

"Saya harap pihak kepolisian lebih tegas untuk menindak para pelaku di lapangan, walaupun harus ditembak mati," ujar Bobby.

Belakangan kasus begal di Kota Medan memang memprihatinkan, teranyar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Ihsanul Hasibuan dibegal 4 orang pada Rabu (14/6).

Kala itu korban hendak membeli makanan di Kelurahan Pulo Brayan Darat 1, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Rabu (14/6). Korban tewas setelah ditendang dan tubuhnya disabet celurit.