Bobby Sayangkan Insiden Ribuan Orang Berdesakan Vaksinasi di GOR Pemprov Sumut
ยทwaktu baca 2 menit

Wali Kota Medan Bobby Nasution angkat bicara soal kerumunan masyarakat yang menjalani vaksinasi di GOR Pemprov Sumatera Utara, Selasa (3/8).
Bobby menuturkan, pelaksanaan vaksinasi itu bukan diselenggarakan Pemkot Medan.
"Penyelenggaranya bukan oleh pemerintah Kota Medan. Vaksinnya bukan milik Kota Medan," ujar Bobby kepada wartawan Rabu (4/8).
Bobby menegaskan, kegiatan itu juga tidak berada di wilayahnya. Tetapi sudah masuk Kabupaten Deli Serdang.
"Bukan di wilayah Kota Medan vaksinnya di luar wilayah kami, walaupun di Medan sudah boleh menerima yang bukan KTP Medan, namun bukan di wilayah kami itu," ujarnya.
Meski begitu, Bobby tak menampik beberapa peserta vaksinasi itu merupakan masyarakat Medan.
"Saya paham pasti yang datang ke sana juga ada masyarakat kita Medan, dari sebanyak itu saya juga melihat ada masyarakat kota Medan, bukan hanya masyarakat Deli Serdang," ujar Bobby.
Namun meski bukan berada di wilayahnya, Bobby menyesalkan ada kerumunan dalam vaksinasi itu. Ia mengimbau masyarakat ke depan agar mematuhi protokol kesehatan.
"Oleh karena itu, ingin saya sampaikan dalam melaksanakan vaksinasi kita juga arus melakukan protokol kesehatan, karena vaksinasi ini untuk mensupport protokol kesehatan," tutup dia.
Sebelumnya, beredar sebuah video menunjukkan ribuan warga berdesakan minta divaksin viral di media sosial.
Tampak ribuan massa berkerumun minta segera divaksin. Sementara Gerbang GOR Sumut sudah ditutup. Kesal tidak dibukakan, masyarakat berteriak sambil menggoyang-goyang gerbang.
Sebelum kegiatan itu ricuh, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sekitar pukul 10.30 WIB menyempatkan hadir untuk memeriksa. Namun diduga usai dia pergi, massa membeludak hingga berdesakan.
Sementara Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan vaksinasi massal itu diselenggarakan Polrestabes Medan. Total ada 4.000 dosis disiapkan.
Menurutnya, membludaknya masyarakat bukan karena kekurangan vaksin. Namun ada sejumlah oknum yang memfoto copy formulir pendaftaran hingga jumlah warga yang datang lebih dari 4.000 orang.
