Viral Video Ribuan Warga Berdesakan Minta Divaksin Corona di GOR Pemprov Sumut
ยทwaktu baca 2 menit

Viral video yang menunjukkan ribuan warga minta divaksin corona. Kerumunan itu terjadi di acara Gebyar Vaksinasi di GOR Pemprov Sumut, Selasa (3/8).
Dalam video yang beredar tampak massa meminta pintu gerbang GOR Pemprov Sumut untuk dibuka. Mereka menggoyang-goyangkan pintu tersebut agar bisa masuk dan divaksin.
Sebelum terjadi kerumunan itu, acara tersebut dihadiri Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono pada pukul 10.30 WIB. Setelah Komjen Gatot pergi, massa membeludak dan saling berdesakan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan kegiatan tersebut merupakan vaksinasi massal yang diperuntukan dengan stok 4.000 vaksin.
"Kegiatan hari ini itu vaksin massal untuk yang 3.000 orang itu untuk vaksin dosis pertama. Kemudian, ada 1.000 orang sisa kemarin (kegiatan) yang gebyar Bhayangkara, jadi (total) 4000 (dosis),"ujar Riko kepada wartawan, Selasa (3/8).
Ada oknum menjual formulir pendaftaran vaksin ke warga
Riko menambahkan membludaknya massa itu bukan karena kurangnya vaksin. Melainkan ada oknum yang menggandakan (fotocopy) formulir pendaftaran hingga lebih dari 4.000 warga datang.
"Jadi bukan kekurangan vaksin, karena petugas kita juga sudah kita setting untuk jumlah vaksinnya, nggak mungkin kita melebihi, sekarang aja dari 4000 sampai jam sekian. Nggak mungkin kita nambah," imbuhnya.
Riko menuturkan warga protes karena telah membeli formulir pendaftaran Rp 5.000 dari oknum yang menggandakan dokumen tersebut.
"Sementara tadi dari Kabag Sumda sudah memfoto copy sekitar 4.000 lebih untuk dibagikan. Sama (oknum) masyarakat itu dijual ke depan, Rp 5.000 (karena) merasa sudah membayar, mereka komplain," tegasnya.
Ia menegaskan pihaknya tidak pernah menjual formulir pendaftaran vaksin.
Meski begitu, Riko mengatakan kerumunan massa itu terjadi karena antusiasme warga yang tinggi.
"Berdesakan masuk itu karena takut kehabisan vaksin, setelah kita jelaskan, yang divaksin yang sudah terdata oleh Polsek, juga (yang didata) dari rekan mahasiswa," ujar Riko.
Dia juga menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Padahal pihaknya sudah mewanti wanti warga agar tidak berkerumun.
" Kita nggak capek dari tadi umumkan untuk jaga jarak, kursinya juga jaga jarak, mengatur sekian ribu orang kita selalu imbau dan imbau terus," kata dia.
