Bocah Perempuan Asal Bondowoso Diculik, Dipukul, dan Dibuang ke Jurang

Penculikan anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa AKD (3), anak seorang guru Sekolah Dasar asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Bukan hanya diculik, AKD juga mengalami kekerasan fisik dari pelaku penculikan. Bahkan dilempar ke jurang sedalam 5 meter di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur.
"Saat ditemukan oleh warga, korban masih menangis histeris dan terdapat luka di bagian wajahnya," ujar Kapolsek Patrang, AKP Mahrobi Hasan, Jum'at (8/8).
Korban ditemukan pertama kali oleh warga bernama Misdin di Lingkungan Cupu, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember pada Jumat pagi.
Menurut Mahrobi, Misdin awalnya mendengar tangisan seorang anak kecil. Setelah ditelusuri tangisan itu, Misdin kemudian melihat AKD dalam keadaan terkulai lemas. Misdin langsung menelepon petugas Polsek Patrang.
Polisi seketika menyelamatkan AKD dan menghubungi Polsek Grujugan maupun pihak keluarga.
Dari penyelidikan sementara, korban diduga mengalami kekerasan fisik karena terdapat luka lebam di mata dan pipi sebelah kiri. Selain itu, keluar darah dari kedua lubang hidung AKD.
"Selanjutnya, kami serahkan korban ke Polsek Grujugan. Kami berharap pelakunya segera ditangkap," ujar Mahrobi.
Pada Jumat (9/8) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, ada laporan anak hilang ke Polsek Grujugan dari keluarga. Keluarga korban mengaku anaknya diculik oleh seseorang.
Pelapor adalah Ahmad Iswanto (42) dan Dian Emiyanto (35), warga Perum Kembang Permai Blok 33, Desa Kembang, Kabupaten Bondowoso.
Mahrobi mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, diduga AKD tahu siapa yang menculiknya. "Kemungkinan besar korban tahu penculiknya, karena spontan dia jawab yang bawa om," ujar Mahrobi.
Polsi, kata Mahrobi, saat ini masih belum bisa memintai keterangan AKD lantaran kondisinya yang masih syok.
