kumparan
News20 Maret 2020 15:15

Bogota Tambah Jalur Sepeda untuk Cegah Virus Corona, Apa Hubungannya?

Konten Redaksi kumparan
Ilustras jalur sepeda
Ilustras jalur sepeda. Foto: Shutter Stock
Pemerintah kota Bogota di Kolombia menambah jalur sepeda hingga lebih dari 100 kilometer di jalanan kota. Langkah ini diambil menyusul peningkatan jumlah penderita virus corona di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
Seperti diberitakan Associated Press, Kamis (18/3), Wali kota Bogota Claudia Lopez menambah jalur sepeda hingga 117 kilometer. Padahal sebelumnya Bogota telah memiliki 550 kilometer jalur sepeda.
Menurut Lopez, jalur sepeda akan membantu mengurangi jumlah penderita virus corona. Apa hubungannya?
Lopez berharap warga Bogota mulai menggunakan sepeda dan tidak lagi menggunakan transportasi umum bus TransMilenio. Dalam bus, warga Bogota berdesakan sehingga rentan terjadi penularan virus corona.
Ilustras jalur sepeda
Ilustras jalur sepeda. Foto: Paxabay
Sejauh ini ada 102 orang yang terjangkit virus corona di Kolombia, 33 di antaranya terdapat di Bogota.
Lopez mengatakan, virus corona adalah satu lagi ancaman bagi masyarakat Bogota selain kualitas udara buruk dan penyakit pernapasan yang merenggut nyawa 2.000 warga kota itu setiap tahun.
ADVERTISEMENT
"Kami tidak bisa bertahan dari tekanan itu," kata dia.
Di hari pertama pembukaan jalur sepeda baru itu, Lopez melaporkan jumlah pengguna TransMilenio menurun hingga 23 persen di jam padat pagi hari. Beberapa pekerja yang memilih tetap ke kantor walau ada imbauan untuk bekerja dari rumah, terlihat mulai mengayuh sepedanya di jalur tersebut.
Dengan bersepeda, masyarakat Bogota bisa pergi ke tempat lain sembari menerapkan social distancing.
"Sepeda memainkan peranan vital dalam situasi seperti ini," kata Andrea Maria Navarrete Mogollón, 37, pesepeda yang menggunakan jalur baru tersebut.
Ilustras jalur sepeda
Ilustras jalur sepeda. Foto: Paxabay
Gagasan ini juga didukung di Inggris. Julie Harrington, kepala British Cycling, Asosiasi Olahraga Sepeda Inggris, menulis surat kepada Menteri Kesehatan Matt Hancock agar dia menambahkan bersepeda sebagai aktivitas yang direkomendasikan di saat wabah.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari The Guardian, awal pekan ini 50 akademisi dan ahli di bidang transportasi dan kesehatan publik juga menulis surat terbuka kepada pemerintah Inggris.
Dalam surat itu, mereka meminta pemerintah Inggris untuk tidak melarang berjalan kaki dan bersepeda di tengah wabah. Menurut mereka, kedua aktivitas itu penting bagi kesehatan masyarakat.
"Social distancing akan membuat banyak olahraga dan latihan di gym mustahil dilakukan. Tapi berjalan kaki dan bersepeda cocok dengan social distancing, jika masyarakat tahu aturannya. Risiko tertular akan sangat rendah dari jarak 2-3 meter," salah satu bunyi surat itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan