Bom Drone Meledak saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Pidato
Sebuah bom yang berasal dari pesawat nirawak atau drone meledak di tengah pidato Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Akibat serangan ini, beberapa orang terluka dan kekacauan terjadi.
Diberitakan Reuters, peristiwa ini terjadi di tengah acara militer di kota Caracas, Venezuela, pada Sabtu (4/8). Dalam siaran langsung televisi, terlihat Maduro yang tengah membacakan pidato di atas panggung terkejut dengan suara ledakan.
Pidato dihentikan dan para pengawal Maduro langsung melindungi presiden mereka dengan tameng anti peluru. Ratusan tentara yang berbaris rapi di bawah panggung Maduro langsung berhamburan, bersama dengan warga, menjauhi lokasi.
Menurut Menteri Penerangan Venezuela Jorge Rodriguez, tujuh tentara terluka dalam peristiwa itu. Maduro dan para menteri serta pejabatnya tidak terluka dalam peristiwa tersebut.
Ledakan berasal dari drone yang membawa peledak, diterbangkan ke acara tersebut. Menurut Rodriguez, serangan "teroris" tersebut untuk membunuh Maduro.
Serangan ini terjadi ketika Maduro tengah berpidato soal perekonomian Venezuela. Negara yang pernah kaya minyak itu tengah ambruk perekonomiannya dengan hyper-inflasi, migrasi massal, dan malnutrisi.
Krisis ekonomi yang terjadi selama lima tahun di Venezuela menyebabkan harga-harga meroket tinggi. Negara itu terpuruk sejak anjloknya harga minyak pada 2014.
Belum diketahui siapa pelaku peledakan kali ini, penyelidikan tengah dilakukan. Sebelumnya Maduro mengatakan dia tengah menghadapi plot imperialis yang ingin menghancurkan sosialisme Venezuela dan merebut minyaknya.
