kumparan
News5 Juni 2019 14:38

Bomber Sukoharjo, Rofik Asharudin, Belajar Rakit Bom dari Internet

Konten Redaksi kumparan
Terduga pelaku bom bunuh diri di Sukoharjo
Terduga pelaku bom bunuh diri di Sukoharjo mendapat perawatan. Foto: Dok. Istimewa
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengungkapkan cara Rofik Asharudin merakit bom untuk diledakkan di Pos Polisi Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Tito, Rofik mengaku belajar merakit bom dari internet.
"Dia teradikalisasi sendiri, kemudian membuat bom sendiri dari internet," ujar Tito usai salat Id di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/6).
Untungnya, lanjut Tito, bom yang dirakit Rofik tidak sempurna sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Selain itu dari hasil pemeriksaan, Rofik menjalankan aksi bom bunuh diri itu atas inisiatifnya sendiri. Meski demikian, polisi masih mendalami apakah Rofik berafiliasi dengan jaringan tertentu.
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Sebab sejauh ini, Rofik diketahui terpapar ideologi radikal ISIS dari Facebook.
"(Rofik) mentarget sendiri, mensurvei sendiri, tidak melibatkan jaringan. Makanya deteksinya lebih sulit dibanding kita mendeteksi jaringan karena dia bekerja sendiri," ucapnya.
Sebelumnya pada Senin (3/6) malam, Rofik melakukan aksi bom bunuh diri di Pospol Tugu Kartasura, Sukoharjo.
ADVERTISEMENT
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja, Rofik mengalami luka berat akibat ledakan bom itu. Saat ini ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan