BPBD Jateng Minta Masyarakat Tak Panik Meski Banjir Rob Genangi Lagi Tj Emas

20 Juni 2022 18:46
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kondisi tanggul laut yang sempat jebol di kawasan Industri Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tanggul laut yang sempat jebol di kawasan Industri Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah meminta masyarakat di sekitar pelabuhan Tanjung Emas untuk tidak panik imbas terjadinya banjir rob.
ADVERTISEMENT
"Kami saat ini didampingi Danlanal melakukan pemantauan. Masyarakat tidak perlu panik terutama yang di lingkungan Pelindo ini ya," ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan saat memantau kondisi tanggul yang sempat jebol di kawasan industri Lamicitra Tanjung Emas, Senin (20/6).
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi banjir rob periode ini.
"Kita hari juga melakukan pengecekan kira-kira air itu dari mana termasuk pompanisasi untuk segera dilakukan agar tidak menimbulkan kepanikan," ujar dia.
Suasana banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: Intan Alliva/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: Intan Alliva/kumparan
Menurut dia, banjir rob tidak hanya terjadi di pesisir utara (Pantura) Semarang saja. Sebab, kondisi ini juga terjadi di beberapa wilayah lainnya.
"Dari mulai Kota Semarang, Kendal, Kota Pekalongan dan Brebes juga ada. Pada prinsipnya sama memang terjadi kenaikan air di pemukiman dari 10 sampai 30 centimeter," sebut dia.
Suasana banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: Intan Alliva/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: Intan Alliva/kumparan
Untuk diketahui, kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kembali terendam banjir rob pada Senin (20/6). Bantuan kumparan, ketinggian air mulai dari 30 centimeter hingga 1 meter.
ADVERTISEMENT
Terlihat pula sejumlah pekerja yang berusaha menyelamatkan motor mereka. Sebagian, dari mereka bahkan ada yang memilih pulang lewat laut dengan menumpang perahu kayu penumpang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020