News
·
29 Mei 2020 21:53

BPBD Jatim: Mobil PCR Bantuan BNPB untuk Provinsi Jatim

Konten ini diproduksi oleh kumparan
BPBD Jatim: Mobil PCR Bantuan BNPB untuk Provinsi Jatim (241113)
Mobil bantuan BNPB untuk penanganan COVID-19 di Surabaya, Jatim. Foto: Dok. BNPB
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono menegaskan, dua unit mobil laboratorium bantuan dari BNPB bukan hanya untuk Surabaya. Melainkan, juga membantu sejumlah kabupaten/kota di Jatim.
ADVERTISEMENT
"Mobil PCR ini untuk Provinsi Jatim. Dalam statementnya bahwa bukan hanya untuk Surabaya tapi juga spesifik disebutkan untuk kota lain seperti Sidoarjo dan Lumajang," kata Suban, Jumat (29/5).
Lebih lanjut, Suban menjelaskan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur telah bersurat kepada pemerintah pusat melalui Tim Gugus Tugas Pusat pada tanggal 11 Mei 2020 untuk meminta bantuan mesin PCR sebanyak 15 unit.
"Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) telepon juga bapak Doni Monardo (Kepala Gugus Tugas Pusat dan BNPB) dan juga bapak Pangdam (Pangdam V Brawijaya) juga komunikasi ke kepala BNPB untuk segera ada bantuan mobil unit PCR," jelasnya.
Selain itu, Suban juga menghubungi Doni Monardo dan diarahkan kepada Deputi Kedaruratan Dody Reswandi untuk menindaklanjuti permohonan itu.
ADVERTISEMENT
"Dari perbincangan tersebut bahwa tanggal 27 malam sudah dikirim 1 unit mobil, berisi 2 mesin PCR," terang Suban.
"Kita sepakat bahwa kedatangannya diterima di RS darurat di Jalan Indrapura. Saat perjalan dimonitor terus dan akhirnya tiba di Surabaya jam 4 pagi," lanjutnya.
Kemudian, satu mobil lab yang sudah tiba itu langsung dioperasikan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dengan mengerjakan 200 sampel dan berlanjut ke Asrama Haji dengan 100 sampel.
"Sehingga total sudah ada 300 sampel untuk Surabaya," jelasnya.
"Kalau mencermati saya juga disurat Wali Kota Surabaya bermohon bantuan swab tanggal 22 Mei 2002 ke kami, padahal mobil unit ini baru datang tanggal 27 (Mei). Surat wali kota tersebut belum kita jawab karena sudah langsung beroperasi. Kita jelaskan karena ada pemberitaan yang kurang jelas," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Lanjut, pada tanggal 28 Mei mobil lab tersebut bergerak ke Lamongan dan Sidoarjo. Alasannya, banyak juga sampel yang harus diuji.
"Termasuk Tulungagung butuh bantuan juga karena kapasitas swab-nya (terbatas)," ungkapnya. Dia mengungkapkan, jumlah PDP di Tulungangung terbanyak nomor dua di Jatim.
"Ada 588 PDP 172 diantaranya meninggal sebelum di-swab. Jadi mobil ini harus berkeliling ke daerah yang membutuhkan," ujar dia.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona