BPJS Watch soal 3.264 Kader JKN Tagih Peserta: Menakuti Rakyat

Warga yang tak membayar iuran bulanan BPJS Kesehatan siap-siap didatangi oleh kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS kini mulai menerjunkan 3.264 kader JKN untuk menyelesaikan masalah tunggakan iuran.
Koordinator BPJS Watch Indra Munaswar menilai cara ini membuat rakyat takut. Walau, kader JKN datang hanya untuk mengingatkan dan melakukan pengecekan.
"Justru lebih kepada menakut-nakuti masyarakat, mengancam masyarakat, walaupun sudah dijelaskan oleh direksi BPJS itu hanya seperti datang, diingetin, enggak bayar, diperiksa betul enggak tidak mampu, kenapa tidak mampu, bagaimana penghasilannya, itu tugas kader JKN," kata Indra di Hotel Ibis Jakarta, Sabtu (2/11).
Indra mengatakan, ada kabar yang menyebut akan ada penyitaan sejumlah kartu identitas yang tentu saja membuat warga ketakutan.
"Tapi yang beredar di masyarakat kan langsung tidak bisa urus KTP, enggak boleh memperpanjang SIM, enggak boleh memperpanjang STNK, dan sebagainya. Ini yang harus diluruskan," tuturnya.
Oleh sebab itu, ia mengatakan, perlu ada komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat terkait cara ini. Jika tidak, masyarakat akan salah paham dan malah merasa terancam dengan hal ini.
"Makanya tadi kuncinya komunikasi, bagaimana mengkomunikasikan kepada masyarakat. Kerjanya kader JKN itu sama dengan di BPJS ketenagakerjaan itu namanya perisai," kata Indra.
"Dia mendatangi masyarakat untuk menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan yang sifatnya mandiri, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sama sebetulnya," tutupnya.
