BPS: Anak Muda Cenderung Kurang Patuh Terhadap Protokol Corona

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei terkait perilaku masyarakat di tengah pandemi virus corona atau COVID-19. Dalam survei ini, ditemukan data yang menunjukkan anak muda cenderung kurang mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona.
"Ada kecenderungan mereka yang muda agak kurang mematuhi protokol kesehatan," jelas Kepala BPS, Suhariyanto, saat diskusi BNPB secara virtual, Senin (28/9).
Indikator protokol kesehatan yang dipakai dalam survei ini adalah memakai masker, hand sanitizer, mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun, menghindari jabat tangan, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak minimal 1 meter.
Hasilnya menunjukkan persentase koresponden usia 17-30 tahun dalam mematuhi protokol kesehatan lebih rendah daripada rentang usia di atasnya.
Seperti usia muda yang memakai masker baru sebanyak 90,1 persen, sementara usia 31-45 sebanyak 91,8 persen, usia 46-60 sebanyak 94 persen, dan usia di atas 60 sebanyak 93,1 persen.
Begitu pula dengan mencuci tangan dengan sabun, untuk usia 17-30 sebanyak 66 persen, sementara usia 31-45 sebanyak 75,3 persen, usia 46-60 sebanyak 83,4 persen. Dan usia di atas 60 sebanyak 85,8 persen.
Anak muda juga cenderung abai untuk menghindari kerumunan. Baru 68,2 persen usia 17-30 yang berupaya menghindari kerumunan, sementara usia 31-45 sebanyak 76 persen, usia 46-60 sebanyak 84,6 persen, dan usia di atas 60 sebanyak 88,5 persen.
Berikut secara lengkap grafik hasil survei BPS yang memperlihatkan tingkat kepatuhan protokol kesehatan virus corona menurut usia:
Sosialisasi Protokol Corona ke Anak Muda
Suhariyanto meminta agar hasil survei yang menunjukkan kecenderungan orang muda abai protokol kesehatan diperhatikan secara betul. Ia mendorong agar sosialisasi protokol kesehatan di kalangan anak muda dilakukan dengan cara yang sesuai umur mereka.
"Sehingga ini perlu dijadikan perhatian ketika kita melakukan sosialisasi, perlu sentuhan khusus kepada kaum muda dengan cara cara lebih mengena kepada mereka," pungkasnya.
Survei ini menggunakan metodologi rancangan Non-Probability Sampling yang merupakan kombinasi dari Convenience, Voluntary dan Snowball Sampling untuk mendapatkan respons partisipasi sebanyak-banyaknya dalam kurun waktu 1 minggu pelaksanaan survei.
Survei digelar pada 7-14 September 2020, dengan jumlah responden sebanyak 90.967 orang.
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
