Brasil Setop Umumkan Jumlah Kasus dan Kematian Akibat Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Foto: REUTERS/Adriano Machado
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Foto: REUTERS/Adriano Machado

Pemerintah Brasil memutuskan untuk menyetop publikasi jumlah kasus dan angka kematian akibat virus corona pada setiap harinya. Hal itu menyusul kritikan dari sejumlah pihak yang menyebut angka-angka tersebut telah dimanipulasi.

Diberitakan FOX News, pada Jumat (5/6), Kementerian Kesehatan menurunkan sebuah laman yang menunjukkan jumlah kasus dan kematian akibat corona secara harian, mingguan, dan bulanan.

Keesokan harinya, laman tersebut kembali bisa diakses tetapi jumlah total dari kasus infeksi corona menghilang dan hanya menunjukkan jumlah kasus positif dalam 24 jam terakhir.

embed from external kumparan

Presiden Jair Bolsonaro menyatakan jumlah kasus corona tersebut tak mewakili kondisi negaranya saat ini. Sejumlah negara bagian dilaporkan telah memanipulasi data terkait jumlah kasus dan kematian kepada Kemenkes Brasil sehingga angkanya melonjak.

Hingga kini, Brasil menjadi negara kedua terdampak corona paling parah di dunia setelah Amerika Serikat. Berdasarkan data dari Kemenkes, jumlah kasus positif corona mencapai 685.427 dengan 37.312 orang meninggal dunia.

Meski demikian, data tersebut berbeda dengan yang dimiliki Johns Hopkins University. Per Senin (8/6) siang, Brasil tercatat memiliki 691.758 dengan 36.455 tewas.

Orang-orang mengantre di stasiun bus pusat di Brasilia, di tengah wabah COVID-19, di Brasil. Foto: REUTERS/Adriano Machado

Perubahan dalam publikasi jumlah kasus dan kematian itu mendapat tentangan dari Dewan Kesehatan Negara Bagian.

“Tindakan otoriter, tidak sensitif, tidak humanis, dan tidak etis dalam upaya menyembunyikan angka kematian akibat COVID-19 tidak akan berhasil,” bunyi keterangan resmi Dewan Kesehatan Negara Bagian.

Penanganan Bolsonaro dalam mengikis penyebaran virus corona mendapat kritikan luas selama ini. Sang presiden cenderung mengabaikan aturan social distancing dan penggunaan masker.

Jair Bolsonaro kesakitan setelah ditikam. Foto: AP Photo/Raysa Leite

Ketika sejumlah kepala daerah menginginkan penerapan lockdown, Bolsonaro juga menolaknya mentah-mentah. Baginya, stabilitas ekonomi Brasil berada di atas segalanya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.