Kabar Corona Dunia: Presiden Brasil Ancam WHO hingga Saudi Lockdown Jeddah

Jumlah pasien terinfeksi virus corona di seluruh dunia mendekati angka 7 juta. Hingga Sabtu (6/6), data John Hopkins University and Medicine mencatat total kasus telah mencapai 6.855.585 dengan angka kematian 398.211 pasien.
Jumlah kasus masih bertambah membuat kebijakan relaksasi pembatasan oleh berbagai negara dibayangi oleh ancaman kedatangan gelombang kedua. Belum lagi drama politik antara WHO dan pemerintah Brasil. Setiap hari, dunia masih terus berjuang untuk terbebas dari pandemi.
Berikut kumparan merangkum cerita penanganan corona dari seluruh dunia:
Presiden Brasil Tuding WHO Sebagai Organisasi Partisan
Niat WHO untuk memberi perhatian kepada Brasil tak berbalas. Saran untuk menerapkan pembatasan malah dibantah oleh Presiden Brasil, Jair Bolsonaro
Brasil akan mempertimbangkan untuk meninggalkan WHO kecuali jika organisasi tersebut tidak lagi menjadi "organisasi politik partisan".
Sikap Bolsonaro mirip dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sesama politisi konservatif ini menuding WHO sebagai antek China.
Padahal kasus COVID-19 di Brasil terus meningkat. Kementerian Kesehatan Brazil melaporkan pada Kamis (4/6) malam bahwa infeksi virus telah mencapai lebih dari 600 ribu dan penambahan kasus kematian per hari mencapai 1.437 kasus. Sementara pada Jumat (5/6), kasus kematian di Brasil bertambah 1.005 per hari.
Secara total kasus kematian akibat COVID-19 di Brasil mencapai lebih dari 35 ribu jiwa. Jumlah kematian di Brasil telah menyalip setelah kasus kematian di AS dan Inggris.
Kasino di Monte Carlo Kembali Buka
Casino de Monte Carlo di Monako siap menerima para wisatawan usai tutup akibat pandemi virus corona. Saat ini sejumlah karyawan yang mulai sibuk membersihkan seluruh area kasino pasca-pelonggaran pembatasan aktivitas akibat corona.
"Untuk pembukaan kembali ini, kasino telah sepenuhnya dirancang ulang dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19," ujar direktur pelaksana kasino Boris Donskoff dilansir Reuters, Sabtu (6/6).
Selain itu, pengelola juga menerapkan standar pelayanan baru. Masing-masing pemain akan memiliki kartu-kartu permainan mereka sendiri. Kartu yang sudah dipakai oleh tamu, akan langsung dimusnahkan oleh pihak kasino.
Polisi Kenya Bunuh 15 Warga Sipil
Anggota Kepolisian Kenya dilaporkan telah menembak mati 15 warga sipil selama pembelakuan jam malam untuk menekan penyebaran corona di negara tersebut. Dilansir AFP, Badan Pengawas Independen (IPOA) mengaku telah menerima setidaknya 87 aduan akibat tindakan pihak kepolisian sejak 27 Maret lalu.
"Melalui investigasi awal, setidaknya ada 15 orang meninggal dunia dan 31 insiden di mana para korban mengalami luka-luka yang secara langsung dikaitkan dengan tindakan tegas petugas polisi selama pemberlakuan jam malam," ujar pihak IPOA seperti dikuti dari AFP, Sabtu (6/6).
Kepolisian Kenya memang sering dilaporkan oleh kelompok pembela HAM karena dinilai menyalahgunakan kekuatannya, terutama di kawasan miskin.
WHO Peringatkan Bahaya Gelombang Kedua
Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengatakan, episentrum pandemi virus corona saat ini masih berada di seluruh benua Amerika, dengan kasus tertinggi di dunia berada di Amerika Serikat.
WHO mengingatkan agar pemerintah tidak menganggap penurunan kasus sebagai akhir pandemi. "Ini belum selesai. Itu belum berakhir sampai tidak ada virus di mana pun di dunia," tegasnya.
Arab Saudi Tambah Lockdown di Jeddah untuk Dua Pekan
Jeddah kembali menerapkan lockdown selama dua pekan. Hal ini berdasarkan kebijakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang menyatakan bahwa pemberlakuan lockdown didasarkan atas kajian epidemiologi.
"Setelah meninjau situasi epidemiologi dan meningkatnya angka okupansi pada fasilitas kesehatan, diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan kesehatan yang ketat di Kota Jeddah selama dua minggu," kata Kementerian Kesehatan Saudi dilansir AFP, Sabtu (6/6).
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Saksikan video menarik di bawah ini:
