Brigadir NP, Polisi yang Banting Mahasiswa di Tangerang, Diperiksa Propam
ยทwaktu baca 2 menit

Kasus oknum polisi membanting seorang mahasiswa saat demonstrasi di depan kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, menuai sorotan. Adalah Brigadir NP, oknum polisi tersebut.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan kini Brigadir NP diperiksa Propam Mabes Polri.
"Terhadap oknum anggota bernama Brigadir NP anggota Polres Tangerang saat ini telah dilakukan pemeriksaan oleh tim Propam Mabes Polri dan didampingi Propam Polda Banten," ujar Wahyu, di kantornya, Rabu (13/10). Wahyu mengatakan Brigadir NP juga sudah meminta maaf kepada Faris, mahasiswa yang dibantingnya itu. Tak hanya itu, Brigadir NP juga sudah meminta maaf ke keluarga Faris.
Faris ini mengaku sebagai mahasiswa di Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) dan tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) Banten.
"Oknum Brigadir NP sudah meminta maaf secara langsung, minta maaf ke orangtuanya dan tindakan tersebut bersifat refleks dan tidak ada tujuan melukai yang bersangkutan. Kemudian bapak Kapolda Banten secara tegas akan menindak personel yang melakukan aksi pengamanan di luar SOP dan berjanji langsung kepada korban dan keluarga korban," ujar Wahyu.
Sebelumnya, kericuhan terjadi di depan kantor Bupati Tangerang saat mahasiswa menggelar demonstrasi di tengah HUT ke-389 Kabupaten Tangerang.
Massa hendak merangsek masuk ke kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa. Namun, aksi massa mahasiswa itu diadang sejumlah anggota polisi.
Mereka ini demo menuntut dipertegas lagi Perbub tentang pembatasan jam operasional tambang. Karena menurut mereka, perbub yang mengatur tentang jam operasional truk tambang itu, masih dianggap tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pengusaha, khususnya terkait jam operasional truk tambang.
Dalam Perbup itu disebutkan bahwa truk dilarang melintas mulai pukul 05:00 hingga 22:00 WIB.
Dari sebuah video yang beredar, ada satu mahasiswa yang ditangkap dan kemudian diduga dibanting oleh anggota kepolisian itu. Sontak mahasiswa itu langsung kejang-kejang dan mendapat penanganan petugas.
"Tolong, teman saya kebanting," ujar salah seorang massa aksi.
=====
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
