Brompton untuk Amal COVID-19 di Inggris Dicuri dan Dijual di Indonesia

Komunitas sepeda Indonesia belakangan ini dihebohkan dengan kabar pencurian sebuah sepeda Brompton. Sepeda itu adalah hasil amal untuk penanganan COVID-19 di Inggris, namun dicuri dan akhirnya dijual di Indonesia.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Founder Brompton Owner Group Indonesia (BOGI), Baron Martanegara, dalam Facebook, setelah mendapat pesan langsung dari pihak Brompton.
Baron memastikan pihak Brompton tengah mencari keberadaan satu sepeda hasil pencurian itu.
"Mohon maaf ini karena udah serius dari Brompton sudah mengeluarkan official letters statement red notice bahwa sepeda edisi WFH tersebut betul adalah barang yang dicuri dari petugas medis COVID-19 yang diberikan sepeda tersebut untuk bertugas," kata Baron dikutip dari status Facebooknya, Sabtu (18/7).
Baron pun meminta kerja sama masyarakat dan pengguna Brompton Indonesia untuk menghubunginya jika mengetahui keberadaan sepeda curian tersebut.
"Jadi jelas adanya sepeda tersebut bukan diperjualbelikan jadi bila di antara teman-teman yang mengetahui atau memiliki mohon menghubungi saya, terima kasih," ungkapnya.
Diketahui, sepeda curian tersebut merupakan bagian dari 1.000 sepeda yang disiapkan Brompton dalam kampanye Wheels for Heroes (WFH), gerakan amal untuk dukungan terhadap tenaga medis dalam menangani COVID-19 di Inggris.
Pengadaan sepeda edisi WFH itu dilakukan lewat crowdfunding. Sepeda lipat WFH berkelir dominan putih dan biru seperti yang terlihat di akun Instagram WFH.
Brompton Minta Bantuan Komunitas Indonesia
Dalam pesannya kepada Baron, pihak Brompton menelusuri sepeda curian itu dijual online bukan melalui penjualan resmi di Indonesia. Sepeda itu dicuri dari salah seorang petugas medis yang menggunakan sepeda hasil amal WFH itu.
Pihak Brompton pun berharap komunitas Brompton Indonesia dapat membantu menemukan sepeda curian itu. Saat ini, sepeda itu telah terdaftar di Inggris sebagai barang curian.
————-----------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
