Buntut Perintah Kapolda Metro, YouTube Raimas Backbone Ditutup

1 November 2021 18:29
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Buntut Perintah Kapolda Metro, YouTube Raimas Backbone Ditutup (138430)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi polisi Foto: Aprilandika Hendra/kumparan
Ketua tim Raimas Backbone Aipda Ambarita dipindahkan dari Polres Jakarta Timur ke Polda Metro Jaya. Ia juga harus menjalani pemeriksaan terkait dugaan kesalahan prosedur saat memeriksa handphone warga.
ADVERTISEMENT
Kasus itu rupanya berdampak pada aktivitas tim Raimas Backbone. Tim Patroli di bawah Sabhara Polres Jakarta Timur itu kini dievaluasi.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan media sosial Raimas Backbone ditutup. Raimas Backbone diketahui memiliki akun Youtube Raimas Backbone Official. Akun itu merupakan media publikasi setiap aktivitas tim dalam menjalankan tugas.
"Sebelumnya kita juga melakukan evaluasi terkait dengan yang viral. Dari internal untuk kemudian, untuk sementara kita mengevaluasi kita menghentikan akun Raimas Backbone," kata Erwin dalam keterangannya, Senin (1/11).
Buntut Perintah Kapolda Metro, YouTube Raimas Backbone Ditutup (138431)
zoom-in-whitePerbesar
Aipda Ambarita. Foto: Instagram/@mpambarita
Erwin menjelaskan Raimas merupakan bagian dari Sabhara yang ada di Polres Jakarta Timur. Tim ini bertugas melakukan patroli.
"Kita evaluasi, jangan sampai seperti arahan Pak Kapolda menjadi liar," kata Erwin.
ADVERTISEMENT
Meski begitu ia mengatakan evaluasi tim Raimas Backbone tidak akan membuat kegiatan patroli di wilayahnya menghilang. Sebab tugas patroli tidak hanya dijalani oleh tim Raimas Backbone.
"Perlu dipahami, patroli selalu dilakukan. Di Polsek ada unit patroli, di Polres ada patroli kendaraan bermotor dan itu berjalan terus," kata Erwin.
Patroli oleh anggota kepolisian itu dilakukan demi mencegah kejahatan terjadi. Hal itu rutin dilakukan setiap hari hanya ada yang tidak terekspos.
"Ada dari netizen kalau Raimas tidak ada maka tidak ada patroli, itu salah besar. Bahwa kita melakukan tugas rutin. Bedanya yang satu menggunakan medsos sehingga menjadi ingar bingar, yang satu mungkin karena rutinitas ada tidak sempat terekspos sehingga masyarakat tidak mengetahui bahwa ada patroli," kata Erwin.
ADVERTISEMENT
"Padahal setiap malam kita selalu patroli, baik Polsek maupun Polres. Itu memang tugas di wilayah yang menjadi kewenangan," tambah dia.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sebelumnya mengatakan berencana untuk membubarkan tim patroli yang ada di Polres jajaran. Tim Patroli yang dimaksud seperti Raimas Backbone di Polres Jakarta Timur, Tim Jaguar di Polres Depok, dan sebagainya.
Hal itu dilakukan agar para tim tersebut memiliki standar prosedur yang sama dalam menjalankan tugas di lapangan. Sehingga tidak ada lagi anggota yang bertindak melampaui batas.
"Karena kemampuannya sudah kita latih, standar peralatannya sudah kita tentukan, SOP sudah kita buat, kita enggak takut lagi dia aneh-aneh di lapangan," kata Fadil.
"Kami juga akan siapkan SOP-nya juga supaya jangan ada lagi ada (tim) Jaguar, Cobra, tim ketupat sayur, tim lele apa itu macam-macam. Akhirnya dia tumbuh berkembang sendiri suka-suka dia," jelas Fadil.
ADVERTISEMENT
===
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020