Bupati Sleman Berharap Ini PPKM Level 4 Terakhir: Agar Dunia Usaha Bangkit
ยทwaktu baca 2 menit

Kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menerapkan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Level 4) sejak 10 Agustus sampai 16 Agustus.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap PPKM Level 4 ini yang terakhir. Dengan corona yang bisa terkendali, diharapkan dunia usaha bisa segera bangkit.
"Semoga ini jadi (PPKM level 4) yang terakhir. Agar dunia usaha di Sleman dapat bergerak dan bangkit," kata Kustini dalam keterangannya, Rabu (11/8).
Lanjutnya, dunia usaha seperti pariwisata, industri, rumah makan dan lain sebagainya menjadi yang paling terdampak selama penerapan PPKM. Ketika PPKM usai harapannya mereka kembali bergeliat.
Di sisi lain, Kustini berharap masyarakat juga mengerti bahwa kebijakan PPKM ini diambil tak lain untuk memutus rantai penularan corona bukan menyengsarakan masyarakat.
"Jika ini pandemi sudah berakhir, kita sama-sama lakukan perbaikan pada seluruh sektor, termasuk perekonomian. Jadi saya harap masyarakat memahami esensi dari PPKM ini," katanya.
Sementara itu, Kustini juga menjelaskan bahwa tren penularan corona di Sleman sudah berangsur menurun meski belum signifikan di mana penambahan kasus harian di bulan Agustus di bawah 500 kasus per hari.
Kemudian, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit juga mulai melonggar. Saat ini BOR sekitar 65-70 persen padahal sebelumnya pernah mencapai 95-100 persen.
"Selain itu capaian vaksinasi di Bumi Sembada juga telah mencapai 40 persen," katanya.
Tingginya animo masyarakat untuk vaksin diharapkan menjadi poin pertimbangan agar PPKM esok tidak diperpanjang lagi.
"Mereka (masyarakat) sadar agar dapat mengakhiri pandemi dan bisa kembali beraktifitas normal dengan vaksin dan selalu menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.
