Bupati Sleman soal Marak Klitih: Energi Berlebih Harus Diarahkan ke Hal Positif

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo cek pospam Nataru jelang tahun baru. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo cek pospam Nataru jelang tahun baru. Foto: Dok. Istimewa

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menanggapi marak kekerasan atau kejahatan jalanan oleh remaja pada malam hari atau yang kerap disebut klitih. Beberapa waktu lalu, terjadi kasus di Jalan Kaliurang KM 9, Ngaglik, Sleman.

Kustini mengatakan, energi para pelaku klitih terutama yang masih anak-anak ini berlebih. Tapi mereka salah mengambil sikap dan mengarah tindakan negatif.

"Dari beberapa kasus yang terjadi, anak-anak ini rata-rata masih kurang edukasi, terutama akibat dari perbuatan itu sendiri yang bisa berurusan dengan hukum. Jika anak-anak yang punya energi lebih ini diarahkan pada hal-hal positif, tentu akan sangat bagus," kata Kustini dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Senin (3/1).

kumparan post embed

Bukan tanpa alasan Kustini menyebut mereka memiliki energi besar. Hal ini dilihat dari aktivitas mereka yang masih melakukan aktivitas hingga malam hari.

Dirinya sepakat klitih merupakan tindakan kriminal yang tidak bisa dibenarkan baik secara norma dan hukum. Dia meminta stakeholder terlibat menangani persoalan ini termasuk orang tua.

"Sebenarnya ini perlu kepekaan dari orang tua juga. Aktivitas anak di atas jam 21.00 WIB itu ngapain aja perlu dipantau dan harus tegas juga kalau hanya untuk main atau nongkrong. Karena kalau dari keluarga saja istilahnya membiarkan, tentu ini tidak akan selesai," ucap dia.

Di sisi lain, Kustini menyebut Pemkab Sleman sejak dulu telah mengaktifkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR). Kelompok ini berisi remaja yang tak hanya melayani informasi dan konseling tentang keluarga tetapi juga edukasi terkait perilaku menyimpang.

"Saya yakin jika komunikasi antar remaja berjalan maksimal, klitih akan semakin berkurang dan selesai," kata dia.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Foto: Dok. Istimewa

Untuk bisa menyalurkan energi dan kreativitas, maka fasilitas WiFi gratis di pedukuhan serta sport center diharapkan bisa menjadi solusi.

"Dengan adanya WiFi gratis dan sport center ini, bakat dan minat remaja lebih bisa disalurkan. Bisa dengan berolahraga, atau belajar berbagai hal yang ditunjang dengan WiFi gratis ini. Jadi dua program ini salah satunya terintegrasi juga pada mengembangkan bakat dan minat remaja agar tidak disalurkan pada perilaku yang menyimpang," ucap dia.

Infografik Darurat Klitih di Yogyakarta. Foto: kumparan

Sedangkan langkah jangka pendek, Kustini meminta Satpol PP Sleman untuk senantiasa berpatroli mencegah terjadinya kejahatan jalanan. Kemudian lampu penerangan di tiap ruas jalan akan dimaksimalkan dan memasang CCTV untuk memantau situasi jalanan di Sleman.

"Saat ini kita sedang rancang indikator-indikator yang berkaitan dengan klitih. Agar langkah atau upaya selanjutnya bisa lebih masuk pada akar permasalahan. Harapan kita semua Sleman aman, Yogya aman dan remaja-remaja ini menjadi agen-agen perubahan yang berdampak positif," tutup dia.