Busyro soal 2 Polisi Serang Novel karena Motif Pribadi: Tak Logis

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas meragukan alasan motif pribadi dua polisi, RM dan RB, menyiramkan air keras kepada Novel Baswedan. Apalagi Polri butuh waktu dua tahun menangkap pelaku.
“Kalau itu sentimen pribadi kenapa baru sekarang orang itu melakukan pengakuan, dan apalagi polisi aktif,” kata Busyro di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (30/12).
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM tersebut menilai alasan motif pribadi sangat tidak logis.
“Logika seperti yang harus diperkuat teman-teman media. Sangat tidak logis kalau ini karena sentimen pribadi dari siapa pun juga yang mengaku kalau itu,” ujar dia.
Terlebih, Busyro mengungkapkan selama menjabat di KPK, ada sejumlah percobaan pembunuhan atau penganiayaan kepada Novel. Jumlahnya bahkan tujuh kali.
“Sepanjang saya empat tahun di KPK upaya pembunuhan atau penganiayaan terhadap Novel sudah berjalan enam sampai tujuh kali,” ujarnya.
Busyro mengatakan ada penyidik KPK dari Polri aktif sempat menjadi korban lantaran mempunyai muka mirip seperti Novel. Penyidik tersebut ditabrak hingga patah tulang berat.
“Penyidik itu Polri aktif dan waktu saya besuk di rumahnya penyidik itu menyatakan, 'ini yang ditarget bukan saya tapi Novel, bapak lihat wajah saya ini mirip nggak dengan bagian dengan wajah Novel', oh iya jidatnya sama,” ujar Busyro.
“Penyidik KPK itu yang kena sasaran itu ditabrak dengan mobil besar dan kakinya patah berat,” imbuhnya.
Dia meyakini penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu berkaitan dengan kasus korupsi yang sedang ditangani.
“Dari kasus (penyiraman air keras) itu upaya terhadap Novel sama sekali justru terkait dengan peran novel dalam kaitan pembongkaran kasus besar bersama penyidik lain itu membongkar kasus besar melalui KPK,” kata Busyro.
Bareskrim Polri telah memeriksa dua polisi pelaku penyerangan terhadap Novel, RM dan RB. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penyerangan diduga karena tidak suka dengan penyidik senior KPK tersebut.
“Seperti yang dikatakan (pelaku) bahwa dia tidak suka NB (Novel Baswedan), dianggap sebagai pengkhianat,” ujar Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra kepada kumparan, Minggu (29/12).
Hal tersebut juga diungkap RB saat akan dipindahkan penahanannya dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri. RB mengatakan Novel pengkhianat.
"Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," kata RB di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

