Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja, Ngaku Salah Kirim

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi video porno. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi video porno. Foto: Getty Images

Seorang camat berinisial D di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengirim video porno ke mantan pegawai wanita berusia 19 tahun, warga Boyolali. Peristiwa itu terjadi pada 30 Maret 2026.

Wanita tersebut kemudian melaporkan peristiwa itu ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali.

Wanita itu mengaku pernah bekerja di toko roti milik camat tersebut. Namun, setelah mengundurkan diri, ia tiba-tiba wanita itu mengaku menerima video porno yang dikirim D lewat WhatsAppnya.

"Saya mendapat kiriman video tak senonoh berdurasi sekitar 9 detik dari camat itu sebanyak dua kali. Video itu dikirim pada hari yang sama, sekitar pukul 11.00 WIB dan 12.00 WIB. Ternyata video itu adalah video porno dirinya (camat) sendiri," kata wanita tersebut, Rabu (8/7).

Wanita terkejut menerima kiriman video tersebut. Awalnya ia mengabaikan pesan itu dan mencoba berpikir positif terhadap D.

Namun, hingga malam hari tidak ada penjelasan dari D.

"Saya merasa direndahkan. Saya menunggu dia chat lagi. Siapa tahu salah kirim lalu menarik pesannya, ternyata tidak. Kalau memang salah kirim, seharusnya ada konfirmasi. Tapi sampai malam tidak ada chat lagi. Malamnya saya blokir nomornya," ujarnya.

Camat Mengaku Salah Kirim

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada BKPSDM Kabupaten Boyolali dan keluarganya. Ia mengaku telah dipanggil untuk memberikan keterangan.

"Saya dipertemukan dengan terlapor untuk dimediasi. Saat itu dia mengaku video tersebut salah kirim dan seharusnya dikirim kepada istrinya," katanya.

Wanita itu menyayangkan pengakuan tersebut baru disampaikan setelah kasusnya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Korban Ngaku Diancam

Ia juga mengaku sempat mendapat ancaman dari terlapor yang meminta dirinya meminta maaf.

"Sebelumnya beliau malah mengancam saya. Saya disuruh meminta maaf kepada beliau. Katanya saya menjelek-jelekkan beliau soal gaji, padahal tidak. Saya tidak pernah menjelek-jelekkan beliau," katanya.

Wanita itu berharap kasus tersebut diproses sesuai ketentuan. Ia juga meminta apabila ada korban lain agar turut melapor.

Respons Sekda Boyolali

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M. Syawalludin, mengatakan pejabat camat tersebut telah dipanggil oleh BKPSDM Kabupaten Boyolali. Korban sebagai pelapor juga telah dimintai keterangan.

"Kemarin BKPSDM sudah melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan, baik pelapor maupun terlapor," kata Syawalludin.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil klarifikasi, camat tersebut menyampaikan bahwa video tak senonoh itu terkirim secara tidak sengaja atau salah kirim ke telepon seluler pelapor.

"Di pihak terlapor, Pak Camat menyampaikan bahwa video tersebut salah kirim," ujarnya.

Menurut Syawalludin, Pemerintah Kabupaten Boyolali telah memediasi dan mempertemukan kedua belah pihak untuk menggali keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil klarifikasi sementara, pihaknya menilai tidak ada komunikasi lanjutan yang mengarah pada tujuan tertentu setelah video tersebut terkirim. Karena itu, untuk sementara Pemkab meyakini peristiwa tersebut merupakan kesalahan pengiriman. Meski demikian, camat yang bersangkutan tetap akan dikenai sanksi.

"Nanti akan ada sanksi yang diberikan. Setidaknya sanksi berupa teguran dari Bupati kepada yang bersangkutan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial," pungkasnya.