kumparan
30 Oktober 2019 10:19

Cecar Bos Boeing, Kongres AS Sebut 737 Max "Peti Mati Terbang"

PTR, CEO Boeing Dennis Muilenburg
CEO Boeing Dennis Muilenburg di Capitol Hill di Washington, AS, Selasa (29/10/2019). Foto: REUTERS/Sarah Silbiger
Kongres Amerika Serikat mencecar CEO Boeing Dennis Muilenburg soal kerusakan pesawat 737 Max, penyebab dua kecelakaan yang menewaskan ratusan orang. Menurut Kongres AS, Dennis gagal dalam memimpin Boeing menciptakan transportasi yang aman.
ADVERTISEMENT
Diberitakan AFP, pertemuan Boeing dengan Komite Perdagangan Kongres AS pada Selasa (29/10) adalah yang pertama sejak pesawat 737 Max dilarang terbang pada Maret. Dalam pertemuan itu, Muilenburg meminta maaf atas kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Air, mengakui kekurangan mereka.
Pesawat Boeing 737 MAX 8
Pesawat Boeing 737 MAX 8 Foto: Reuters/Jason Redmond/File Photo
Namun, menurut AFP, Muilenburg menggunakan sebagian besar waktunya dalam pertemuan itu untuk membela 737 Max. Dia mengatakan bahwa 737 Max telah melalui serangkaian uji keselamatan.
Pernyataannya ini mengecilkan temuan berbagai pihak bahwa terjadi kerusakan pada 737 Max, terutama pada sensor otomatis Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Temuan kerusakan ini salah satunya disampaikan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) pekan lalu ketika mengungkapkan penyebab kecelakaan Lion Air JT610 Oktober 2018.
CEO Boeing Dennis Muilenburg
CEO Boeing Dennis Muilenburg di Capitol Hill di Washington, AS, Selasa (29/10/2019). Foto: REUTERS/Sarah Silbiger
"Kami telah mengambil pelajaran dari kedua kecelakaan dan kami mengidentifikasi perubahan yang diperlukan untuk MCAS," kata Muilenburg.
ADVERTISEMENT
Kongres Tidak Puas
Anggota Kongres dari Partai Republik dan Partai Demokrat tidak puas dengan pernyataan Muilenburg dan mencecarnya. Menurut mereka, Muilenburg tidak menyampaikan kebenaran seluruhnya dalam kasus ini.
"Kau mengatakan setengah-kebenaran berulang-ulang kali. Kau tidak menyampaikan kepada kami seluruh kebenarannya dan keluarga korban menderita karenanya," kata Senator Partai Demokrat Tammy Duckworth, mantan pilot Helikopter Garda Nasional yang kehilangan kedua kakinya pada Perang Irak.
CEO Boeing Dennis Muilenburg
CEO Boeing Dennis Muilenburg di Capitol Hill di Washington, AS, Selasa (29/10/2019). Foto: REUTERS/Sarah Silbiger
Dalam sebuah komentarnya, Senator Richard Blumenthal bahkan mengatakan bahwa pesawat 737 Max adalah "peti mati terbang". Pertemuan itu juga dihadiri keluarga korban kecelakaan Ethiopian Airlines yang membawa foto-foto orang terkasih mereka.
Senator Ted Cruz menyinggung soal laporan pilot Boeing Mark Forkner pada 2016 soal cacat performa MCAS pada tes simulasi. Cruz mengatakan Muilenburg tahu soal laporan itu, namun tidak mengambil langkah perbaikan.
Anggota keluarga memegang foto-foto korban kecelakaan Boeing 737 MAX, CEO Boeing Dennis Muilenburg
Anggota keluarga memegang foto-foto korban kecelakaan Boeing 737 MAX yang hilang dalam dua kecelakaan tiba untuk menyaksikan kesaksian CEO Boeing Dennis Muilenburg di Capitol Hill di Washington, AS, Selasa (29/10/2019). Foto: REUTERS/Sarah Silbiger
Dia malah mengatakan telah memberikan laporan itu kepada pihak lain di Boeing. Cruz mementahkannya, bahwa seharusnya laporan itu menjadi tanggung jawab Muilenburg.
ADVERTISEMENT
"Anda adalah CEO-nya, seharusnya tanggung jawab berhenti di Anda," kata Cruz.
Kongres lantas menyampaikan seruan agar Muilenburg mundur. Dia menjawab: "Itu bukan fokus saya. Fokus saya adalah keamanan. Dan kami akan melakukan segalanya untuk memastikan keamanan penerbangan".
Puing-puing pesawat, LIon Air JT-610, JICT
Puing-puing pesawat di posko evakuasi Lion Air JT-610 di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Kecelakaan pesawat Boeing 737 Max milik Lion Air JT610 dari Jakarta ke Pangkal Pinang terjadi pada 29 Oktober 2018. Sebanyak 189 penumpang dan kru tewas dalam peristiwa itu.
Insiden kembali terjadi pada 10 Maret 2019 ketika Boeing 737 Max milik Ethiopian Airlines jatuh dan menewaskan 149 penumpang dan 8 kru. Padahal, pesawat itu baru dibeli empat bulan sebelumnya. Menyusul dua kecelakaan ini, maskapai di seluruh dunia berhenti menggunakan 737 Max.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan