Cegah 'Kerajaan Sambo' di Polri Terulang, ini Usul Mahfud MD
ยทwaktu baca 2 menit

Menkopolhukam Mahfud MD sempat mendapat sorotan soal pernyataan adanya 'Kerajaan Sambo' di institusi Polri. Mahfud kemudian menjelaskan maksud dari Kerajaan Sambo itu di hadapan Komisi III DPR.
Mahfud mengatakan, kerajaan yang dimaksud adalah terkait posisi Sambo sebagai Kadiv Propam. Dia memiliki 3 orang Brigjen yang bertugas memeriksa. Semua keputusan tentang pelanggaran anggota Polri ada di tangan Sambo.
Karena itu, Mahfud menilai agar para penyelidik atau pemeriksa di Polri itu dipisah. Hal ini dimaksudkan agar budaya hierarki di dalam institusi tersebut tak mempengaruhi pemeriksaan.
"Enggak usah ribut-ribut ngubah UU, bikin kementerian lah, ini aja nih kuncinya supaya menghilangkan psyco structural itu dibuat lingkup kekuasaan pemerintah yang atur, memeriksa dan menghukum dipisah aja, ya itu terlalu banyak sehingga seperti kerajaan, jadi seperti Mabes di dalam Mabes," ujar Mahfud dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (22/8).
Mahfud mengakui bahwa kekuasaan Irjen Ferdy Sambo di kepolisian berdasarkan hierarkis, kekuasannya terlalu besar karena menguasai beberapa jenderal bintang satu.
"Tapi semua bintang satu diperintah untuk menyelidiki, ini [Sambo], hasil penyelidikannya diteruskan atau enggak oleh ini [Sambo], lalu nanti kalau sudah diselidiki pemeriksaannya oleh ini [Sambo], hukuman juga ini [Sambo] yang menetukan sehingga itu ada usul resmi dan nanti akan saya sampaikan secara resmi," jelas Mahfud.
"Ini lho, dia punya bintang dua, tapi sini [punya Karo] satu satu tiga berarti lima dia, ilustrasinya ya, dan itu yang terjadi kan. Dalam kasus ini yang tadi kan tidak bisa dibuka sebelum bintang-bintang diserahkan. Kalau enggak kita masih terpaku pada skenario tembak-menembak, sekarang sudah diselesaikan oleh Polri," sambungnya.
Dalam kasus ini, sudah lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Terbaru adalah Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, Putri mengikuti arahan suaminya yang membuat skenario pembunuhan Brigadir Yosua.
"(Putri) mengikuti skenario yang dibangun oleh FS," ujar Agus kepada wartawan, Sabtu (20/8).
Agus menjelaskan, saat Sambo menanyakan kesanggupan kepada Bharada E alias Richard Eliezer dan Bripka RR alias Ricky Rizal untuk menembak Yosua, Putri berada di lokasi.
"(Putri) ada di Lantai 3 saat Ricky dan Richard saat ditanya kesanggupan untuk menembak almarhum Yosua," beber Kabareskrim.
