Cegah Kerumunan, Jam Tutup Pasar Tanah Abang Akan Dibagi Dua

Sejumlah upaya dilakukan untuk mencegah kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebelumnya, pasar tersebut dipadati oleh pengunjung pada Sabtu (1/5).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, jam tutup Pasar Tanah Abang akan dibagi menjadi dua. Hal ini untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung pada saat keluar dari Pasar.
"Pasar akan ditutup dengan dibagi ada yang tutup jam 4 dan tutup jam 5 untuk hindari keluar bersamaan dan kemudian menuju pada titik hampir sama karena kemarin yang gunakan KRL 45 ribu jadi hampir separuh yang ke Tanah Abang gunakan KRL," kata Anies di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5).
Untuk melakukan hal itu, Anies menyebut akan ada personel yang disiagakan untuk memantau dan mengendalikan antrean penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang, jika terjadi kepadatan.
"Jadi sore ini pun pengendalian akan dilakukan di kawasan pasar dan di Kawasan sekitar stasiun nanti di sana ada marinir dan AU untuk kendalikan agar antrean masuk stasiun bisa sesuai prokes," ujarnya.
Sebelumnya, Pasar Tanah Abang dipadati pengunjung pada Sabtu (1/5), siang. Kepadatan jelang Lebaran itu mengkhawatirkan di tengah penyebaran COVID-19 yang masih terus terjadi di Jakarta.
Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyayangkan kerumunan yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belakangan ini. Seakan-akan pandemi corona telah berlalu. Wiku sangat khawatir terjadi lonjakan kasus karena ini. Klaster baru pun mungkin timbul.
"Kami mohon ketegasan dari Satgas Daerah (Pemprov DKI Jakarta) serta Satgas di wilayah pengelola pasar untuk merancang sistem yang efektif untuk menghindari kerumunan di Tanah Abang," kata Prof Wiku melalui pesan singkat, Minggu (2/5).
