Cegah Oknum Mafia Karantina, Satgas COVID-19 Ingatkan Warga Bisa Tes Pembanding

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai rapat koordinasi percepatan penanganan gempa bumi 6,6 M di Pendopo Kantor Bupati Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1). Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai rapat koordinasi percepatan penanganan gempa bumi 6,6 M di Pendopo Kantor Bupati Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1). Foto: BNPB

Ketua Satgas COVID-19, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan pelaksanaan karantina oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sangat penting untuk menekan angka penularan COVID-19 khususnya varian Omicron. Ia menegaskan pelaksanaan karantina harus dijalankan secara disipllin.

Dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Satgas COVID-19 menanggapi kebijakan-kebijakan karantina dengan menyesuaikan ancaman virus COVID-19 ini.

"Selanjutnya dilakukan kebijakan-kebijakan kekarantinaan menyesuaikan dengan ancamannya khususnya varian Omicron,” ucap Suharyanto dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/2).

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto menyampaikan keluhan masyarakat terhadap kebijakan karantina bagi PPLN yang kurang baik. Seperti adanya penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu serta pelaksanaan karantina di Wisma Atlet bagi PPLN.

“Pelaksanaan karantina ini sekarang menjadi sorotan banyak pihak. Saat awal-awal kita ketahui bersama keluhan masyarakat adanya penumpukan di Bandara Soekarno-Hatta serta pelaksanaan kekarantinaan di Wisma Atlet,” ucapnya.

Petugas kesehatan melakukan tes usap COVID-19 kepada seorang warga saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Hal lain yang dikeluhkan adalah terkait hasil Entry Test saat PPLN menjalani karantina dinyatakan negatif, kemudian setelah menjalani karantina hasilnya dinyatakan positif.

“Data menunjukkan pada saat karantina, Entry Test hasilnya negatif, begitu di karantina hasil Exit Test-nya positif. Itulah gunanya karantina karena inkubasi Omicron ini belum pasti,” tuturnya.

Selain itu, ada juga laporan keluhan WNA yang telah menjalani karantina dengan hasil Exit Test dinyatakan positif dan mereka mengajukan tes pembandingan. Ia mengatakan, tes pembanding hanya bisa dilakukan di beberapa rumah sakit sesuai dengan surat edaran Satgas COVID-19. Para WNA menganggap bahwa ini hanyalah sebuah permainan petugas dengan hasil positif palsu.

“Nah, para WNA ini saat Exit Test-nya positif mereka tidak terima dan minta pembanding. Sementara tes pembanding ada ketentuannya yaitu sesuai surat edaran Satgas COVID-19 hanya di RSPHD, Rumah Sakit Polri, dan RSCM karena mereka menganggap petugas melakukan permainan jadi positif palsu,” lanjutnya.

Dari permasalahan ini, pihaknya melakukan evaluasi dan sepakat para PPLN yang menjalani karantina dan dinyatakan positif dapat mengajukan tes pembanding di luar dari rumah sakit yang telah ditentukan sebelumnya.

kumparan post embed

"Sekarang kami sudah sepakat para PPLN yang dikarantina ketika dinyatakan positif, dia bisa meminta tes pembanding yang bukan dari rumah sakit itu,” tegas Suharyanto.

Terkait kecurigaan masyarakat terhadap adanya beberapa titik di bandara yang dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan “permainan” kepada para PPLN, pihaknya akan menutup dengan bantuan dari Mabes Polri.

“Memang di bandara selama ini ada titik-titik yang tidak bisa sembarangan orang masuk yang dijaga oleh Satgas mulai dari anggota TNI, Polri. Dari keterangan dan hasil penyelidikan Mabes Polri, di situlah titik-titik yang memungkinkan oknum-oknum bisa bermain. Ke depan kita akan bekerja sama dengan Mabes Polri untuk menutup titik-titik ini agar tidak ada pihak mana pun yang melanggar aturan,” pungkasnya.